Uang Kuliah Di Brawijaya Minimal 2,7 Juta Tiap Semester

Sabtu, 23 Maret 2013 - 16:25 WIB • Dibaca 2,223 kali

Ospek Mahasiswa baru Universitas Brawijaya – Foto: prasetya.ub.ac.id

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang diberlakukan Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai Tahun Akademik 2013/2014 paling rendah sebesar Rp 2,7 juta per semester.

Baca Juga

Rektor UB Malang Prof Dr Yogi Sugito di Malang, Sabtu, mengemukakan, mulai Tahun Akademik 2013-2014 sudah tidak ada lagi uang pangkal (gedung) karena semua biaya, termasuk uang pratikum, dibayarkan bersamaan dengan SPP per semester, yakni UKT.

“Biaya terendah sebesar Rp 2,7 juta ini ada di Fakultas Hukum (FH) dan tertinggi ada di Fakultas Kedokteran (FK) yang mencapai Rp 21 juta per semester. Hanya saja, pengaturan UKT tersebut masih tetap mengacu pada SPP proporsional,” kata Yogi Sugito, Sabtu (23/3/2013).

Menurut Yogi, dalam pembagian UKT proporsional itu ada lima kategori. Kategori tersebut untuk mengelompokkan orang tua siswa dengan pendapatan yang berbeda, semakin tinggi pendapatannya, maka akan masuk kategori tertinggi atau kategori I.

Ia mengatakan kebijakan baru (pemberlakuan UKT) tersebut berimplikasi semakin murahnya biaya masuk kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) karena tidak ada lagi uang gedung (pangkal) yang wajib dibayarkan ketika daftar ulang.

Dekan Fakultas Kedokteran UB Malang Dr Karyono Mintaroem menjelaskan dengan adanya kebijakan UKT itu biaya pendidikan (kuliah) di FK menjadi lebih terjangkau, sebab pada 2013 hanya Rp 21 juta per semester.

Lima kategori biaya kuliah di FK UB per semester adalah mulai dari 0 rupiah, Rp 12 juta (kategori 4), Rp 17 juta (kategori 3), Rp 19 juta (kategori 2), dan Rp 21 juta untuk kategori 1.

“Meski biaya masuk FK ini menurun, mahasiswa atau orang tua mahasiswa tidak perlu khawatir jika kualitas perkualihan juga akan menurun, sebab kami telah berkomitmen akan tetap menjaga kualitas itu,” kata Karyoto.

Hanya saja, katanya, menurunnya biaya kuliah di FK tersebut juga berdampak pada aktivitas pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan, seperti pembangunan laboratorium.

Namun demikian, katanya, hal itu bukan berarti pembangunan tidak bisa dilaksanakan sama sekali. Sebab, pihaknya tetap berharap pada dana hibah dari Dikti. “Kami akan cari dari dana hibah maupun kerja sama dengan korporasi,” katanya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, UB juga telah menerapkan SPP proporsional, namun untuk uang gedung (uang pakal) masih tetap dibayarkan. Rata-rata uang gedung tersebut di atas Rp 20 juta, tergantung program studi (prodi) yang diambil.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : kompas
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
ospek ub 2013 Fakultas kedokteran UIN malang ospek ub 2014 jadwal ospek ub 2014 jadwal ospek maba ub 2014 pengumuman ospek ub 2014 masuk ospek ub jurusan akuntansi brawijaya biaya kuliah uin malang jadwal perkuliahan ub 2014 jadwal ospek Universitas brawijaya tahun 2014 biaya per semester di UIN malang ospek brawijaya 2014 ospek di UB ospek di ub tahun 2014 ospek brawijaya 2013 masuk ospek ub 2014 ospek di um tahun 2013 maba ub 2013 berita malang raya berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 daftar pemain AREMA 2012 berita kriminal remaja batu town square daftar pemain arema harta karun majapahit keris luk 13 pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang pelacuran di malang pilkada malang 2013 sampah anorganik karoseri adi putro arema kerajaan singosari suporter terbanyak di indonesia this is arema arema 2011-2012 penemuan benda pusaka nexian pad Berita kriminal pemerkosaan pengolahan limbah sampah limbah sampah cross ad 305 ahmad bustomi nexian PAD G311 sendang kamulyan diknas malang meteor cell malang tempat prostitusi di malang daun emas berita tentang pencemaran udara Local Blogs
Local TopOfBlogs