Polresta Batu Gagalkan Peredaran 3516 Pil Koplo

Jumat, 8 Maret 2013 - 07:34 WIB • Dibaca 1,325 kali

ILUSTRASI – Foto: republika.co.id

BATU, MALANGRAYA.info – Polresta Batu kembali membekuk para pengedar pil koplo yang dikomandoi para pemuda Ngantang dan Kasembon. Akhir Peberuari lalu, Polresta berhasil mengamankan 3.516 butir pil koplo yang akan diedarkan ke Ngantang dan Kasembon.

Baca Juga

Salah satu tersangka yang dibekuk Polresta adalah Immanuel Yulanda alias Tewel (22), warga Dusun Mendalan Pondok Agung Kasembon. Tewel tertangkap tanggal 28 Pebruari di Dusun Bayem Kecamatan Kasembon, tepatnya di wisata rafting saat menjual pil kepada Gundul.

Tewel menjual pil koplo sebanyak dua tik berisi 16 butir Dengan harga Rp 10.000. Gundul lalu menjual kepada Dungik, Dino, dan Edit di kampungnya di Dusun Mendalan Pondok Agung Kasembon.

“Tim kami lalu melanjutkan pemeriksanaan, dan menemukan 3.500 butir pil di rumah Giyanto di dusun Besuk Desa Sukosai
Kecamatan Kasembon,” kata AKP M Yantofan, Kasubag Humas Polresta Batu, Kamis (7/3/2013).

Immanuel mengaku mendapat barang dari Edi, salah satu warga Pare Kediri. Tewel membeli 1.000 butir kepada Edi dengan harga Rp 250.000. “Kami membawa barang bukti 3.516 pil, uang Rp 10.000, dan ponsel nokia. Immanuel dikenai pasal 197 UU 39/2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman lima tahun penjara,” kata Yantofan.

Tersangka lainnya, Achmad Suminto (23), warga Jalan Cempaka Dusun Srebet Desa Pesanggrahan. Ditangkap di salah satu warnet di Jalan Mawar Putih Desa Sidomulyo tanggal 20 Pebruari. Suminto mengaku dapat pil dari Subagyo alias Yoyok, residivis 15 bulan mendekam di lowokwaru.

Dari tangan Suminto dan Bagiyo iyu, Polisi mengantongi barang bukti berupa uang sebesar Rp 321.000 dan pil koplo lima tik (50 butir), serta ponsel cross warna pink. Mereka dikenai pasal 197 UU 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Selain pil koplo Polresta juga membekuk Tholut Nazibullah (25), warga, Sukorejo, Desa Sidodadi Ngantang. Ia ditangkap tanggal 23 Pebruari di kawasan wisata Kambal Ngantang Kabupaten Malang. Tholut dikenai pasal 112, ancaman empat tahun.

Polisi mengantongi bukti sabu satu pocket dengan harga Rp 300.000 yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok A Mild. Tholut mendapkan sabu dari rekannya berinisial B. Namun, polisi gagal menangkap B di rumahnya.

“Saya pakai sendiri, tidak mengedarkan,” ujar Tholut.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs