Mantan Ketua PP Otoda UB Tutup Usia

Kamis, 7 Maret 2013 - 08:41 WIB • Dibaca 258 kali

Dr. Ibnu Tricahyo, SH, MH – Foto: prasetya.ub.ac.id

SUKUN, MALANGRAYA.info – Ratusan pelayat mengiringi pemakaman anggota Ombusman RI, Ibnu Tricahyo di TPU Gadingkasri, Rabu (6/3/2013) malam. Para pelayat ini berkumpul di kediaman Ibnu di Jalan Gapalama, Kota Malang.

Baca Juga

Diantara pelayat yang hadir, tampak Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB), Sihabudin, dan penasehat Malang Coruption Watch (MCW), Lutfi Kurniawan. Dalam sambutannya menjelang pemakaman, Sihabudin mengungkapkan idealisme Ibnu terbentuk sejak duduk di bangku kuliah. Dia selalu ingin membantu rakyat kecil yang tertindas. “Pengabdiannya di ombusmen juga untuk melindungi rakyat kecil,” kata Sihabudin.

Sementara itu, Lutfi Kurniawan mengaku belum mengetahui penyebab meninggalnya Ibnu. Dia memang mendengar saat Ibnu terbaring di RS Saiful Anwar (RSSA) sejak Rabu (27/2/2013).

Lutfi sempat menghubungi Ibnu via ponselnya, dan berjanji akan menjenguk di RSSA pada Kamis (28/3/2013) lalu. Tapi Lutfi baru bisa menjenguknya pada Sabtu (2/3/2013). Saat bertemu, Lutfi sempat mengejek Ibnu, “Aktivis kok sakit”.

Tumor di Tulang Ekor

Anggota Ombusman, Ibnu Tri Cahyo (54) mengalami sakit di bagian tulang ekornya, saat tinggal di apartemennya di Jakarta, Senin (25/2/2013) lalu. Dia merasa, punggungnya sakit saat bangun tengah malam.

Saat berusaha berdiri, kakinya terasa lumpuh dan tidak bisa digerakan. Khawatir dengan kondisinya, Ibnu menghubungi sopir pribadinya. Dia minta tolong diantar ke bandara, karena ingin pulang ke Malang. Sang sopir membopong Ibnu menuju mobil. Setelah tiba di bandara, sopir kebingungan antara menjaga Ibnu atau membelikan tiket.

Beruntung saat itu, ada dua wartawan yang membantunya dengan membelikan tiket. Sedangkan sopir menjaga Ibnu di mobil.

Setelah mendapat tiket, dua wartawan ini membantu sopir membopong Ibnu menuju pesawat. Ketiganya baru turun, setelah memastikan Ibnu menemukan tempat duduknya. “Ternyata di dalam pesawat, Ibnu bertemu dengan dua wartawan lain yang juga ke Malang,” kata ibunda Ibnu, Ny Sukardi.

Dua wartawan inilah, yang menemani Ibnu selama berada di pesawat. Keduanya juga yang menghubungi keluarga Ibnu, setelah tiba di Bandara Abd Saleh, Malang. Bapak empat anak ini awalnya hanya berobat ke dokter pribadi. Karena dikira kena ginjal, dokter menyarankan Ibnu konsultasi ke dokter urolog di RS Saiful Anwar (RSSA). Tapi urolog tidak menemukan tanda-tanda penyakit ginjal, lalu menyarankan Ibnu konsultasi ke bagian radiologi.

Lagi-lagi dokter tidak menemukan penyakit yang dikeluhkan Ibnu. Sebaliknya, radiolog menyarankan Ibnu ke dokter saraf. “Baru diketahui penyakitnya, katanya ada tumor di bagian tulang ekornya,” tambah Ibu Ibnu.

Rencananya Ibnu akan menjalani operasi pada Senin (4/3/2013). Tapi kondisi kesehatannya semakin merosot sejak Minggu (3/3/2013). “Operasi dibatalkan, sampai akhirnya meninggal tadi siang,” terang Ibu Ibnu.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs