RS Saiful Anwar Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Bertaraf Internasional

Senin, 4 Maret 2013 - 16:50 WIB • Dibaca 1,085 kali

dr Lalu, Direktur Penunjang Pelayanan RSSA Malang – Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Harapan Pemprov Jatim menjadikan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, mendapatkan akreditasi pelayanan kesehatan internasional, membuat Gubernur Jatim ekstra kerja keras. Buktinya, dua petinggi rumah sakit milik Pemprov Jatim ini dimutasi dan diisi pejabat baru dari Sekretariat Pemprov di Surabaya.

Baca Juga

Kedua pejabat itu adalah Dr dr Basuki Bambang, Direktur RSSA Malang, diganti dr Budi Rahayu MPH. Sebelumnya, Budi Rahayu adalah Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jatim. Sedang Basuki Bambang, kembali ke fungsional profesinya sebagai dokter spesialis yang dimilikinya.

Kedua, jabatan Rahayu SH MSi sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA, digantikan oleh Drs Sjachul Ghulam MM, yang sebelumnya menjabat Kabag Agama di Biro Administrasi Kemasyarakatan Pemprov Jatim. Posisi Rahayu digeser ke Surabaya tepatnya menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS Haji Surabaya.

“Harapan kami, peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat semakin baik. Perhatian Pak Gubernur terhadap bidang kesehatan sekarang ini memang lebih dipertajam,” tutur Saifullah Yusuf, Wagub Jatim usai Serah Terima Jabatan (Sertijab) pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jatim, kemarin siang.

Sementara itu dihubungi usai sertijab, dr Lalu, Direktur Penunjang Pelayanan RSSA Malang menyebutkan, kedua petinggi baru di RSSA Malang, memang memiliki tugas cukup berat. Keduanya harus mampu mengantarkan RSSA Malang mendapatkan akreditasi pelayanan kesehatan internasional.

“Tahun lalu, RS Dr Soetomo berusaha mengajukan akreditasi internasional, ternyata mundur. Karena untuk memenuhi akreditasi itu sangat berat dan persyaratannya cukup banyak,” kata Lalu dengan penyebab gagalnya RS Dr Soetomo meraih akreditasi internasional.

Menurut dia, jika akreditasi internasional diperoleh maka RSSA bisa dan berhak melayani pasien asing yang bertempat tinggal atau berkunjung ke Malang. Meski selama ini sudah dilakukan, tetapi akan lebih baik kalau sertifikasi pelayanan kesehatan internasional sudah dimiliki.
“Di Malang Raya ini banyak warga asingnya. Baik yang menetap atau hanya sekedar singgah. Kalau RSSA memiliki akreditasi internasional maka tidak ada keraguan bagi warga asing berobat ke RSSA,” tandasnya.

Ditambahkan Lalu, guna mendapatkan akreditasi internasional yang diberikan Kementrian Kesehatan RI ini, fasilitas penunjang RSSA harus berstandar internasional. Dan hal itu telah dipenuhi RSSA secara bertahap. Sebagai contoh, RSSA telah membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dilengkapi laboratorium sentral, yang dibangun dengan biaya Rp 27 miliar. Sedang alat-alat medis canggih dan mahal didalamnya semua diperoleh dengan sistem Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak ke tiga.

“Alat di laboratorium sentra itu ada yang nilainya Rp 40 miliar. Dengan harga sebesar itu, jelas manajemen RSSA tidak mungkin bisa memenuhinya. Sebagai badan layanan umum (BLU) daerah keuangan RSSA sangat terbatas. Belum lagi kita ini lembaga nirlaba,” pungkasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs