Mediasi Buruh vs Perusahaan Berlangsung Alot

Senin, 4 Maret 2013 - 15:38 WIB • Dibaca 106 kali

Salah satu buruh UD. Cipta Inti Pratama – Foto: malang post

SUKUN, MALANGRAYA.info – Mediasi ke dua menjadi mediasi terakhir yang dilakukan antara buruh UD. Cipta Inti Pratama (CIP) Bandulan Sukun dengan kuasa hukum dari perusahaan. Dua pihak sepakat untuk tidak melanjutkan mediasi ke tahap terahir, yaitu ke tiga karena sepakat tidak akan merubah sikap. Sementara pada mediasi kedua kemarin, jumlah buruh yang bertahan menyusut dari jumlah awal sebesar 46 buruh.

Baca Juga

“Laporan dari manajemen perusahaan ada sekitar 11 buruh yang sudah menandatangani perjanjian bersama dan menerima kompensasi. Jadi tersisa sekitar 35 buruh yang bertahan. Tapi data ini akan kami cek lagi dan kami serahkan maksimal tiga hari ke depan pada Disnakertrans,” kata Kuasa Hukum pabrik garmen UD. CIP Arif Agus Nindito kemarin.

Dalam mediasi kedua tersebut pihaknya bersikukuh untuk melakukan PHK sepihak dan melayani kemauan buruh jika ingin melanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk mendapatkan putusan hukum yang tetap. Usai mediasi berlangsung pihaknya menyatakan tetap membuka kesempatan untuk berdialog dengan buruh menyikapi pertanyaan dari mediator yang dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Malang sebelum anjuran dikeluarkan.

Namun dia menutup kemungkinan untuk meningkatkan nilai kompensasi dari yang ditawarkan saat ini. “Intinya kami pasif saja, tapi tidak benar jika kami menawarkan kompensasi diatas nilai itu (Rp 10 juta). Saya juga tadi sempat nanya dan mencatat nomor pak Ratmoko (Presidum SBSI Malang Kucecwara),” katanya lagi.

Pernyataan tentang susutnya buruh versi manajemen pabrik dibantah oleh buruh. Menurut mereka dari 46 buruh kini tersisa 37 buruh yang tetap berjuang meminta hak mereka. Sementara 9 buruh yang lain mundur dan memilih mengambil kompensasi sebesar Rp 10 juta dari perusahaan. “Data kami tersisa 37 orang. Nanti biar dicek kembali laporan dari perusahaanya. Sampai saat ini kami memilih untuk terus ke PHI,” kata Safril Marfadi, Presidium SBSI Malang Kucecwara. Dalam mediasi kedua buruh juga tetap meminta kekurangan upah selama 2 tahun dan pesangin sesuai dengan aturan perburuhan.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kota Malang Kasiyadi menyatakan pihaknya akan segera mengeluarkan anjuran yang diperkirakan akan keluar di minggu depan. Sesuai dengan kesepakatan pihaknya juga tidak akan melanjutkan mediasi yang ke tiga.

“Anjuran paling tidak tanggal 10 atau 12 Maret. Setelah menerima maksimal 14 hari kedua pihak harus sudah menjawab menolak atau menerima anjuran. Jika tidak sepakat bisa mengajukan gugatan ke PHI,” katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs