Yusuf Ubah Kayu Lapuk Menjadi Ukiran

Jumat, 1 Maret 2013 - 22:43 WIB • Dibaca 722 kali

ILUSTRASI – Foto: antara

BATU, MALANGRAYA.info – Rupanya musik yang menemani Yusuf Suyanto (60), warga Dusun Brumbung Desa Gunungsari saat mengukir pesanan dari luar kota. Di halaman rumah Yusuf penuh dengan kayu-kayu lapuk. Kayu itu didapatkannya dari kintiran (terbawa arus sungai).

Baca Juga

Sudah lima tahun ini, Yusuf menggeluti profesi barunya sebagai tukang ukir kayu. Tepatnya sejak ia ditabrak pengendara lain yang sedang mabuk. Dari kecelakaan itu, Yusuf tidak bisa apa-apa lagi. Profesinya sebagai pelukis dan pembuat tanaman bonsai pun ia tinggalkan.

Ditinggal sang istri tercinta sejak 24 tahun lalu, dan anak-anaknya yang kerja di luar kota membuat Yusuf sendirian. Kepedihan itu ditambah dengan habisnya materi untuk biaya berobat. Tak ada lagi profesi yang bisa digeluti, tapi hidup harus terus berlanjut. Akhirnya, Yusuf mencoba untuk mengukir di atas limbah-limbah kayu lapuk yang diambil bagian paling keras.

Namun siapa sangka, dari hasil jerih payahnya itu, Yusuf telah membuat puluhan karya. Di tangannya, kayu yang dinilai tak berguna oleh orang pada umumnya, bisa menjadi ukiran unik mulai dari ukiran mawar yang njelimet hingga etnik dayak. Untuk membuat ukiran itu, Yusuf membutuhkan waktu antara 10 hari hingga  tiga bulan untuk ukiran rumit seperti ukiran realis mawar.

Hingga saat ini sudah puluhan orang yang membeli karyanya. Pembeli dari Malang Raya lebih banyak menyukai kepala banteng, untuk acara bantengan. Kepala banteng ini pun dijual dari yang terkecil Rp 50.000 hingga yang besar Rp 1,5 juta.

Selain dari Malang Raya, pembeli karya Yusuf juga datang dari Tangerang dan membelinya Rp 10 Juta. Pembeli dari Bali yang dijual lagi dalam bentuk kecil harganya antara Rp 3 Juta sapai Rp 4 Juta.

Sementara, pembeli dari Jogjakarta lebih banyak menyukai ukiran patung naïf. Kepada pembeli itu, Yusuf menghargai karyanya Rp 12 juta. “Paling enak menjual ke kolektor, harganya mahal. Tapi ya sulit,” kata Yusuf saat ditemui di rumahnya, Jumat (1/3/2013).

Yusuf telah menghasilkan karya ukir dalam bentuk patung mendir (totem), antara lain bantengan, tongkat etnik, kuda, singa, mawar, tursu. Semua diukir Yusuf di atas limbah kayu jambu, apel, pasang (kayu alas), kayu kamboja, dan klengkeng.

Tahun depan, Yusuf berkeinginan mengikutsertakan hasil karyanya itu dipameran yang digelar Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan di Batu. “Kalau sebelumnya saya mau ikut pameran, tapi ukirannya keburu laku duluan,” katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : Surya
  • Dipublikasikan : Lukman Hakim
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs