Waspada Profit Taking Investasi Asing

Selasa, 26 Februari 2013 - 16:51 WIB • Dibaca 45 kali

ILUSTRASI – Foto: ist

BLIMBING, MALANGRAYA.info – Tingkat pendapatan masyarakat yang terus meningkat dan pengetahuan mengani pasar modal yang makin besar membuat investor di Malang banyak yang memilih investasi short term (jangka pendek).

Baca Juga

Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Manager Marketing Reliance Securities, Venus Kusumawardana. Saat ini, investor yang memilih perdagangan short term mendominasi di Reliance. Sisanya, dana investasi dibagi antara sukuk, ori, ataupun reksadana.

“Banyaknya investor yang memilih investasi short term dikarenakan Malang memiliki banyak pengusaha yang notabene masih muda sehingga lebih agresif di lantai bursa,” kata dia.

Kendati cukup agresif, namun investor-investor yang konservatif yang memilih invetasi long term juga masih ada. Venus mengatakan, para pemilik saham konservatif ini rata-rata adalah para pensiunan yang perputaran dananya tidak cepat karena sudah tidak berada di usia produktif.

Ia menambahkan, di tahun 2013 ini, investasi di Indonesia masih sangat menjanjikan. Diprediksi, tren positif masih akan berlangsung hingga 2030 mendatang. Beberapa faktor pendorong hal tersebut adalah keamanan di Indonesia yang relatif terjamin.

Selain itu, penduduk Indonesia saat ini hingga beberapa tahun ke depan akan didominasi oleh usia-usia produktif yang akan menggerakkan sektor industri. Kondisi tersebut sejatinya sudah dibaca oleh investor asing, sehingga tak sedikit dari investor asing yang melarikan dananya ke Indonesia ketimbang ke Amerika atau Eropa.

“Investasi masih menjanjikan. Tapi masih harus waspada terhadap profit taking, sebab investasi yang ditanamkan asing ini sifatnya hot money, bisa ditarik sewaktu-waktu,” papar dia panjang lebar.

Sementara itu, lantai bursa kemarin (26/2) diwarnai dengan aksi ambil untung. Akibatnya Indeks harga Saham gabungan (IHSG) turun 33 poin. Koreksi indeks kemarin sejalan dengan bursa-bursa Asia yang tertekan sentimen krisis utang Uni Eropa.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing yang selama dua minggu terakhir terus melakukan aksi beli, kemarin mulai melepas saham-saham. Akibatnya, IHSG pun bercokol di level 4.663.

Sembilan sektor unggulan terkoreksi akibat aksi ambil untung ini, hanya satu sektor yang bertahan di zona hijau yaitu konstruksi. Pada perdagangan kemarin, saham yang mengalami penurunan cukup tajam antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 3.100 ke Rp 13.600, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 22.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 39.900, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.500

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs