Panpel Pertandingan Puji Ketertiban Aremania

Senin, 25 Februari 2013 - 16:13 WIB • Dibaca 62 kali

Luberan penonton saat pertandingan Arema Indonesia vs Sriwijaya FC – Foto: malang post

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Big match Arema Indonesia kontra Sriwijaya FC (SFC), Minggu (24/2) lalu menyedot animo penonton dalam jumlah besar. Hampir 40 ribu Aremania menyemut di Stadion Kanjuruhan, sehingga penonton sampai meluber ke area sentleban. Membludaknya penonton tak ayal menimbulkan persepsi bahwa stadion di pusat Kepanjen itu jebol.

Baca Juga

Bila benar demikian, tentu saja klub berlogo kepala singa terancam sanksi dari operator Indonesia Super League (ISL). Luberan penonton sampai mendekati lapangan jelas menyalahi aturan. Bila dinalar, artinya panpel memaksakan penonton lebih dari kapasitas maksimal sesuai tiket yang dicetak, sebanyak 33 ribu.

Pihak panitia pelaksana (panpel) pun buru-buru meluruskan asumsi yang beredar. Manajer media officer Arema, Sudarmaji mengatakan bahwa luberan penonton bukan karena ada oknum massa yang menjebol pintu masuk.

“Pihak panpel berupaya meluruskan, sekaligus hari ini (kemarin.red) mengirim surat klarifikasi ke regulator liga. Menjelaskan bahwa tidak benar ada massa yang menjebol pintu darurat stadion. Tapi, itu inisiatif kondisional yang diambil atas dasar kesepakatan Pengawas Pertandingan, Kapolres dan Ketua Panpel untuk menjaga kondisi kondusif kamtimbnas,” bebernya kepada Malang Post.

Inisiatif tersebut bahkan disetujui oleh kubu SFC selaku tamu di Stadion Kanjuruhan. “Kedua tim melalui manajernya turut bertandatangan atas jaminan situasi tersebut. Kami berterima kasih kepada SFC yang mengerti akan situasi. Jadi, sekali lagi bukan jebol, tapi dibuka atas dasar kesepakatan semua pihak dan tanggungjawab bersama,” lanjutnya.

Beruntung Aremania sadar akan situasi tersebut dan sukses menjaga ketertiban hingga laga bubaran. Pihak panpel dan manajemen mengapresiasi penuh kesadaran tersebut. “Kami juga sampaikan banyak terima kasih kepada Aremania yang berada di sentleban. Mereka tetap bisa bekerjasama dengan pihak keamanan serta panpel. Sehingga 2 x 45 menit laga tetap lancar dan berjalan kondusif,” pungkas pria kelahiran Banyuwangi tersebut.

Senada dengan Sudarmaji, Ketua Panpel Arema, Abdul Haris mengaku inisiatif tersebut diambil sebagai langkah paling realistis demi kondusifitas pertandingan. Pasalnya, panpel juga tak menyangka bila penonton yang datang langsung ke Kanjuruhan bakal sebanyak itu.

“Ternyata banyak penonton dari luar kota. Seperti dari Blitar dan Banyuwangi, serta sejumlah daerah lain. Jadi kemarin (Minggu, 24/2) betul-betul di luar estimasi kami,” urainya ketika dihubungi Malang Post, siang kemarin.

Untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali di partai home Singo Edan berikutnya, panpel bakal menyiapkan barikade besi di sisi utara dan selatan Stadion Kanjuruhan saat Arema bentrok Pelita Bandung Raya (PBR), Kamis (28/2) lusa. “Kita siapkan barikade besi. Kalaupun sampai meluber ke sentleban, penonton tidak sampai masuk ke lapangan. Selain itu, kami juga akan memasang layar lebar agar Aremania yang tidak bisa masuk stadion tetap bisa nonton bareng di area timur dan barat luar stadion,” timpalnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs