Lawan PBR, Arema Lupakan Sejarah

Senin, 25 Februari 2013 - 14:52 WIB • Dibaca 131 kali

Foto: malang post

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Arema Indonesia dan Pelita Bandung Raya (PBR), memang bukan tim sekota. Namun, bentrok kedua tim di Stadion Kanjuruhan, Kamis (28/2) lusa, diibaratkan ‘perang saudara’.

Baca Juga

Bukan tanpa alasan, muncul asumsi demikian. Maklum saja, PBR merupakan reinkarnasi dari Pelita Jaya FC, tim yang mayoritas awak skuadnya, kini melebur bersama klub berlogo kepala singa.
Tengok saja jajaran staf kepelatihan dan penggawa Singo Edan musim ini. Sebagian adalah alumni The Young Guns (julukan Pelita Jaya FC).

Mulai dari head coach Rahmad Darmawan, asisten pelatih Satia Bagdja Ijatna, Made Pasek Wijaya kemudian Kadek Wardhana, Victor Igbonego, Egi Melgiansyah sampai el capitano Greg Nwokolo adalah pilar Pelita Jaya FC musim lalu.

Bagi eks Pelita, menghadapi PBR tentu membangkitkan memori khusus. Paling tidak, masih ada keterikatan emosi saat meladeni ‘bekas’ timnya.

Hal ini dikhawatirkan bisa mereduksi daya gempur Arema yang tampil trengginas saat menjamu Sriwijaya FC, Minggu (24/2) lalu. Atas dasar keterkaitan sejarah, mungkinkah Singo Edan bakal lembek saat bentrok Badak Biru (julukan PBR)?

Secara tegas, General Manager (GM) Arema, Ruddy Widodo menyatakan, tiada ampun buat PBR. Bagi Singo Edan, haram hukumnya ‘mengalah’ kepada lawan.

“Semua tim di ISL itu seperti kawan. Atau mungkin saudara saat tidak bertanding. Tapi kalau dalam pertandingan, relationship apapun kita buang dulu,” serunya ketika dihubungi Malang Post, kemarin.

Ruddy membantah sentimen negatif bahwa Arema bakal melunak kala menjamu skuad asuhan Simon McMenemy. Justru laga melawan tim asal Kota Priangan tersebut, bakal dimanfaatkan Singo Edan untuk melanjutkan tren positif memetik poin absolut.

“Kita perlu poin penuh untuk terus memperbaiki posisi di klasemen, serta pastinya memenuhi target. Tidak ada sentimen apapun,” tuturnya lugas.

Tak akan ada tim yang dikasihani saat bertandang ke Stadion Kanjuruhan. Arema bakal menjaga keangkeran markasnya tersebut dan mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang sepanjang musim ini.

“Siapapun yang datang ke Kanjuruhan, mau AC Milan, Barcelona, Bayern Muenchen apalagi cuma PBR akan kita hajar habis,” urainya menebar phsywar.

Respon senada juga dilontarkan Joko Sasongko. Meski termasuk salah satu alumni The Young Guns, gelandang serang Arema itu mengaku tak ada perasaan khusus tentang PBR.

“Tim itu kan sudah dirombak. Jadi bukan Pelita yang dulu. Sama sekali tidak ada sentimen apapun di laga nanti,” tuturnya kepada Malang Post.

Joko sendiri besar kemungkinan kembali dimainkan sebagai starter, setelah cukup lama absen lantaran cedera. Absennya Egi Melgiansyah karena akumulasi kartu kuning membuka peluang pemain bernomor punggung 17 itu untuk menjadi starting eleven. “Kami sedang dalam tren positif. Tentunya akan berusaha maksimal menjaganya tetap menanjak. Kalau dimainkan, saya akan siap berjuang dan berikan yang terbaik,” tukasnya mantap.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs