
Foto: malang post
Banjir berlangsung cepat, ketinggiannya mencapai dada orang dewasa. Kondisi terparah dialami warga RT04 RW04, antara lain rumah milik Ngadenan, Ayumi, Sujai, Nanto, Karsin, Suliami, Supaat dan Suliono. Seluruh perabot di dalam rumah mereka pun, terendam lumpur setinggi sekitar setengah meter.
Saluran HIPPAM pun, ikut rusak yang menyebabkan warga dusun itu krisis air bersih pasca banjir. Untuk membersihkan Lumpur di dalam rumah pun, mereka kesulitan air sehingga Pemkot menerjunkan dua unit mobil Pemadam Kebakaran.
”Kami belum menghitung kerugian, silahkan dilihat sendiri, lahan pertanian rusak, bonsai, cemara, dan ratusan bunga hias jenis lavender, Rosemary milik Sunarmi ikut hanyut,’’ungkap Ketua RT04, Nanto.
Latifah, yang rumahnya persis di depan rumah Sunarmi ikut diserbu lumpur. Lantai pertama rumahnya pun, penuh lumpur.
” Saat kejadian, saya hanya bisa melung-melung (berteriak) dari dalam rumah sembari berdoa agar lumpur tidak masuk,” aku Sunarmi.
Kabag Perlengkapan Pemkot Batu, Achmad Suparto yang datang bersama Kades Bulukerto, Eko Hadi Irawan berusaha menenangkan keresahan warga.
”Satu tangki mobil pemadam kebakaran ini, berisi 4000 liter air. Kami masih minta bantuan lagi kepada Pertamanan agar dikirim air bersih,” ujar Santoso Wardoyo, Kepala UPT PMK Kota Batu.
Simon Purwo Ali, koordinator Tagana Kota Batu menilai, banjir tersebut terjadi karena Pemkot Batu lambat merespons pengaduan warga. Paling tidak tingkat koordinasi lemah.
”Kami pun siap mengirimkan logistik. Ya begini ini koordinasi lemah, karena tidak ada BPBD,” kritiknya.
Kades Bulukerto, Eko Hadi Irawan mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan plengsengan sejak dua tahun lalu. Usulan itu sudah dimasukkan melalui Musrenbangdes hingga Musrenbangkot. Kenyataannya sampai saat ini belum ada respon dari Pemkot.
” Saya sudah mengawal usulan itu sejak dua tahun lalu, namun tidak ada realisasinya,” keluh Kades.
Buntutnya, warga sendiri akhirnya membangun plengsengan dengan karung berisi pasir. Namun, tanggul yang dibuat warga itu juga jebol lantaran tak mampu menampung luberan lumpur.
”Plengsengan tersebut, membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Jika tidak segera diatasi, maka belasan rumah warga terancam banjir susulan,” tambahnya.
Sutoyo, warga Gintung memperkirakan banjir kiriman dari kawasan Sumbergondo. Sepengetahuannya, kawasan hutan itu sudah gundul akibat penjarahan.
http://www.malangraya.info/2012/01/19/122707/6124/bulukerto-kota-batu-diterjang-banjir-lumpur/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.




