MalangRaya.info

Informasi dan Berita Malang Raya

Facebook Twitter RSS Feed

Tiga Rampok Polindes Karangwidoro Dibekuk

Foto: malang post

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Setelah dua bulan buron, tiga dari empat pelaku perampokan di Poliklinik Desa (Polindes), Desa Karangwidoro, Dau, Selasa (17/1) malam diserahkan ke Polsek Dau. Ketiganya ditangkap setelah sebelumnya diamankan oleh anggota buser Polsekta Kedungkandang. Ketiganya yakni Slamet Handiman alias Misto, 43 tahun, kontrak di Perum Mondoroko Blok GP1, Singosari, Arya Bagus Sentosa, 18 tahun dan Riyono, 20 tahun, keduanya tinggal di Penampungan Putra Yuda II, Sukun.

Dari tangan mereka, petugas mengamankan barang bukti, satu unit TV 14 inci merek Sharp, satu cadar, satu linggis kecil, tiga kunci T dan satu setrika, yang merupakan barang hasil kejahatan. Sementara motor serta HP milik dua korban yaitu Nur Laili Saktiyah, 25 tahun dan Siti Fauziah, 25 tahun, keduanya bekerja sebagai perawat di Polindes tersebut hingga saat ini masih belum ditemukan.

Menurut ketiga pelaku pelaku, motor, HP serta perhiasan milik korban semuanya sudah dijual kepada orang tak dikenal. Dan uang hasil penjualan barang berharga hasil rampokan itu dibagi rata, masing-masing mendapatkan uang Rp 850.000.

“Semua barang hasil merampok telah dijual kecuali televisi dan setrika yang dipakai sendiri oleh Bagus, panggilan Arya Bagus Santosa,’’ terang Misto sambil mengatakan dari semua barang yang dijual laku Rp 3,5 juta.

Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Darmono mengungkapkan kali pertama ditangkap adalah Bagus. Berawal saat anggotanya melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian motor yang marak terjadi di wilayah Polsekta Kedungkandang. Saat melakukan penyelidikan inilah, petugas mendapat informasi, jika ada penghuni penampungan Putra Yuda II yang menjadi pelaku curanmor.

“Informasi itu kami kembangkan. Selama satu minggu lebih anggota menggali data di areal penampungan itu, hingga kemudian kami mengantongi nama Bagus sebagai salah satu pelaku curanmor dan pelaku perampokan di Dau,’’ ungkapnya.

Polisi sempat putus asa lantaran saat mencari ke tempat tinggalnya di penampungan, Bagus sudah lebih dulu kabur.

“Kami hanya berhasil mengamankan barang bukti televisi serta setrika saja di tempat tersebut,’’ tambah Darmono.

Baru Selasa malam lalu petugas mendapat informasi jika Bagus yang berasal dari Dusun Kedungbang, Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, nongkrong di Jalan Gadang.

“Mendapat informasi itu, kami pun langsung melakukan mendatangi TKP, dan akhirnya menangkap tersangka di Jalan Gadang,’’ tambah pria dengan satu melati di pundak tersebut.

Kepada petugas, Bagus pun mengakui semuanya. Tidak hanya menyebutnya nama Misto dan Riyono yang terlibat perampokan, tapi pemuda bertubuh kurus ini juga menyebut jika dia juga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor, di wilayah Desa Karang Widoro, Dau dan Desa Banjararum, Singosari.

Sementara itu kepada petugas, Misto yang mengaku sudah tiga kali mendekam di balik jeruji besi mengatakan jika aksi perampokan di Polindes tersebut sama sekali tidak direncanakan sebelumnya. Menurutnya ide melakukan perampokan itu muncul malam hari sebelum perampokan dilakukan.

“Waktu itu kita kumpul, dan tiba-tiba saja ada ide melakukan perampokan. Kemudian kami berangkat mencari sasaran,’’ urai pria yang mengaku memiliki tiga istri ini.

Adik Kandung Diamankan

IBARAT peribahasa sekali dayung dua hingga tiga pulau terlampau. Begitupula yang dirasakan anggota Buser Polsekta Kedungkandang. Bagaimana tidak, saat menangkap Slamet Handiman alias Misto, 43 tahun di rumah kontrakannya, petugas juga mengamankan Febri Rudianto, 18 tahun, warga Desa Sambireho, Kecamatan Binangun, Blitar. Febri ikut diamankan bukan karena dia terlibat kasus perampokan di Dau, namun terlibat perkara lain, yaitu diduga memperkosa Bunga (nama samaran), 14 tahun, warga Desa Sambireho, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, akhir Desember lalu, dan perkaranya sendiri ditangani oleh unit PPA Polres Blitar.

“Sejak dua temannya ditangkap dan ditahan anggota Unit PPA Polres Blitar, dia (Febri) langsung kabur ke Banjaraurm ikut Misto,’’ kata Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Darmono yang siang kemarin langsung menghubungi anggota Polres Blitar guna penyerahan tersangka.

Dalam keterangannya, Febri mengelak tuduhan jika dirinya memperkosa. Sebaliknya, Febri mengatakan jika tiga temannya saja yang memperkosa Bunga.

“Saya tidak memperkosa, betul saya tidak terlibat,’’ kata pemuda bertubuh tambun ini.

http://www.malangraya.info/2012/01/19/121007/6116/tiga-rampok-polindes-karangwidoro-dibekuk/

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

SMAN 1 LAWANG sman lawang lawang sman1 vidio mesum sma 1 lawang sman 1 lawang malang sma negeri 1 lawang malang sma negeri 1 lawang video mesum sma 1 lawang video mesum sma lawang video mesum SMA negeri 1 lawang video mesum smanela lawang video mesum smanela malang 2012 video mesum anak smanela malang video bokep smanela lawang sman1 lawang daftar sma negeri se malang raya murid sma negeri 1 lawang dituduh video mesum melaporkan penyimpangan guru di malang informasi terbaru tentang sman 1 lawang tentang video mesum muridnya pemain arema 2012 arema 2012 daftar pemain AREMA 2012 batu town square pemain arema 2011-2012 daftar pemain arema arema 2011-2012 berita malang raya nexian pad sampah anorganik arema nexian PAD G311 harga nokia c5-03 agustus 2011 Pemain Arema 2011/2012 daftar pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang pemain baru arema pelacuran di malang batu flower festival cross ad 305 arema 2011 ahmad bustomi pemain arema 2011 daftar pemain arema 2011/2012 yongki ariwibowo kim kurniawan arema 2011/2012 karoseri adiputro daftar pemain arema 2011 nexian NX G311 bank sampah malang daftar pemain arema terbaru penyebab inflasi karoseri adi putro pemain arema 2011 2012 Local Blogs
Local TopOfBlogs