Tiga Rampok Polindes Karangwidoro Dibekuk

Kamis, 19 Januari 2012 - 12:10 WIB • Dibaca 450 kali

Foto: malang post

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Setelah dua bulan buron, tiga dari empat pelaku perampokan di Poliklinik Desa (Polindes), Desa Karangwidoro, Dau, Selasa (17/1) malam diserahkan ke Polsek Dau. Ketiganya ditangkap setelah sebelumnya diamankan oleh anggota buser Polsekta Kedungkandang. Ketiganya yakni Slamet Handiman alias Misto, 43 tahun, kontrak di Perum Mondoroko Blok GP1, Singosari, Arya Bagus Sentosa, 18 tahun dan Riyono, 20 tahun, keduanya tinggal di Penampungan Putra Yuda II, Sukun.

Baca Juga

Dari tangan mereka, petugas mengamankan barang bukti, satu unit TV 14 inci merek Sharp, satu cadar, satu linggis kecil, tiga kunci T dan satu setrika, yang merupakan barang hasil kejahatan. Sementara motor serta HP milik dua korban yaitu Nur Laili Saktiyah, 25 tahun dan Siti Fauziah, 25 tahun, keduanya bekerja sebagai perawat di Polindes tersebut hingga saat ini masih belum ditemukan.

Menurut ketiga pelaku pelaku, motor, HP serta perhiasan milik korban semuanya sudah dijual kepada orang tak dikenal. Dan uang hasil penjualan barang berharga hasil rampokan itu dibagi rata, masing-masing mendapatkan uang Rp 850.000.

“Semua barang hasil merampok telah dijual kecuali televisi dan setrika yang dipakai sendiri oleh Bagus, panggilan Arya Bagus Santosa," terang Misto sambil mengatakan dari semua barang yang dijual laku Rp 3,5 juta.

Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Darmono mengungkapkan kali pertama ditangkap adalah Bagus. Berawal saat anggotanya melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian motor yang marak terjadi di wilayah Polsekta Kedungkandang. Saat melakukan penyelidikan inilah, petugas mendapat informasi, jika ada penghuni penampungan Putra Yuda II yang menjadi pelaku curanmor.

“Informasi itu kami kembangkan. Selama satu minggu lebih anggota menggali data di areal penampungan itu, hingga kemudian kami mengantongi nama Bagus sebagai salah satu pelaku curanmor dan pelaku perampokan di Dau," ungkapnya.

Polisi sempat putus asa lantaran saat mencari ke tempat tinggalnya di penampungan, Bagus sudah lebih dulu kabur.

“Kami hanya berhasil mengamankan barang bukti televisi serta setrika saja di tempat tersebut," tambah Darmono.

Baru Selasa malam lalu petugas mendapat informasi jika Bagus yang berasal dari Dusun Kedungbang, Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, nongkrong di Jalan Gadang.

“Mendapat informasi itu, kami pun langsung melakukan mendatangi TKP, dan akhirnya menangkap tersangka di Jalan Gadang," tambah pria dengan satu melati di pundak tersebut.

Kepada petugas, Bagus pun mengakui semuanya. Tidak hanya menyebutnya nama Misto dan Riyono yang terlibat perampokan, tapi pemuda bertubuh kurus ini juga menyebut jika dia juga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor, di wilayah Desa Karang Widoro, Dau dan Desa Banjararum, Singosari.

Sementara itu kepada petugas, Misto yang mengaku sudah tiga kali mendekam di balik jeruji besi mengatakan jika aksi perampokan di Polindes tersebut sama sekali tidak direncanakan sebelumnya. Menurutnya ide melakukan perampokan itu muncul malam hari sebelum perampokan dilakukan.

“Waktu itu kita kumpul, dan tiba-tiba saja ada ide melakukan perampokan. Kemudian kami berangkat mencari sasaran," urai pria yang mengaku memiliki tiga istri ini.

Adik Kandung Diamankan

IBARAT peribahasa sekali dayung dua hingga tiga pulau terlampau. Begitupula yang dirasakan anggota Buser Polsekta Kedungkandang. Bagaimana tidak, saat menangkap Slamet Handiman alias Misto, 43 tahun di rumah kontrakannya, petugas juga mengamankan Febri Rudianto, 18 tahun, warga Desa Sambireho, Kecamatan Binangun, Blitar. Febri ikut diamankan bukan karena dia terlibat kasus perampokan di Dau, namun terlibat perkara lain, yaitu diduga memperkosa Bunga (nama samaran), 14 tahun, warga Desa Sambireho, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, akhir Desember lalu, dan perkaranya sendiri ditangani oleh unit PPA Polres Blitar.

“Sejak dua temannya ditangkap dan ditahan anggota Unit PPA Polres Blitar, dia (Febri) langsung kabur ke Banjaraurm ikut Misto," kata Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Darmono yang siang kemarin langsung menghubungi anggota Polres Blitar guna penyerahan tersangka.

Dalam keterangannya, Febri mengelak tuduhan jika dirinya memperkosa. Sebaliknya, Febri mengatakan jika tiga temannya saja yang memperkosa Bunga.

“Saya tidak memperkosa, betul saya tidak terlibat," kata pemuda bertubuh tambun ini.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
polindes berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs