
Foto: malang post
Kisah selanjutnya, saat Bentoel akan membubarkan Arema, meski akhirnya lewat ADS bersama pengusaha asal Malang yaitu Iwan Kurniawan terbentuklah Yayasan Arema yang dalam perjalanannya membentuk PT Arema Indonesia. Muhammad Nur pun dipilh oleh ADS sebagai Ketua Yayasan bersama pengurus yang lain.
‘’Pada waktu PT dibentuk, saya bilang ke Pak Nur, berikan satu saham ke Lucky, karena bagaimanapun saya dibesarkan oleh Pak Acub (Ayahanda Lucky Acub Zaenal, Red), itu bagian sejarah. Jadi saham itu diberikan cuma-cuma, itu sebagai saham kehormatan, kepada saudara Lucky,’’ terang ADS.
Persoalan pelik menimpa Arema pasca meraih gelar juara Indonesia Super League 2009/2010. Tepatnya kala Arema kesulitan mencari investor, hingga muncul kelompok dari Arifin Panigoro yang ingin masuk ke Arema. Menurut ADS awalnya tidak pernah disebutkan itu terkait dengan Liga Primer Indonesia.
‘’Saya bilang ke Pak Nur, ambil saja, yang penting Arema selamat dulu. Tapi setelah kita hanya dipinjami Rp 1,5 miliar dari total rencana Rp 15 miliar yang diturunkan secara bertahap mulai dari Rp 5 miliar, ternyata alur berpikirnya berbeda,’’ sebut ADS mengaku dirinya memang pernah bertemu dan berdialog dengan Arifin Panigoro.
‘’Lalu saya minta bantuan grup (Bakrie, Red) untuk bantu Arema, sehingga keluar uang Rp 2,5 miliar dari Ijen Nirwana. Saya minta Pak Nur untuk restrukturisasi, dan dalam proses berjalan, mungkin disitu akhirnya Pak Nur mungkin tidak sepaham dalam alur berpikirnya. Dia tahu saya tekan karena dia mau deklarasi ikut LPI, saya tidak mau,’’ sambungnya.
Tulisan Ke-2 dari 4 < Sebelumnya - Selanjutnya >
http://www.malangraya.info/2011/10/06/090922/6027/andi-darussalam-beber-fakta-kemelut-di-arema/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





