DAK Kabupaten Malang Baru Terserap 3,9 Persen

Rabu, 5 Oktober 2011 - 07:58 WIB • Dibaca 224 kali

ILUSTRASI - Foto: shutterstock

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Malang tahun ini masih sangat minim. Sampai bulan ini, Pemerintah Kabupaten Malang hanya mampu menyerap 3,9 persen dari total DAK Rp 108 Miliar. Kondisi tersebut jelas mengkhawatirkan sebab DAK tahun 2012 akan dipangkas jika serapan tahun ini tak maksimal.

Baca Juga

Situasi genting tersebut diketahui berdasarkan hasil evaluasi SKPD penerima DAK dihadapan Sekdakab Malang Abdul Malik, kemarin. Dalam evaluasi tersebut, Sekda memeperingatkan agar 12 SKPD penerima DAK segera mempercepat penggarapan proyek. Serapan tahun ini terbilang turun drastis dibanding tahun 2010 yang mencapai 12 persen pada bulan Oktober.

“Jelas ini mengkhawatirkan, serapannya sangat rendah, jika tak terserap seluruhnya maka kita (Kabupaten Malang) akan mengalami pemangkasan DAK tahun depan," tegas Abdul Malik usai memimpin evaluasi.

12 SKPD yang menerima DAK antara lain Dinas Kesehatan, RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Bina Marga, Dinas Pengairan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, DInas Peternakan, DInas Pertanian dan Perkebunan serta Kantor perumahan.

“DAK terbesar diterima Dinas Pendidikan yakni Rp 71 Miliar (sharing APBD Rp 7,1 miliar), baru terserap 29 persen," tegas mantan Camat Singosari itu.

Menurut Malik, sesuai laporan SKPD kondisi tersebut terjadi akibat para rekanan belum mengajukan tangguhan termin. Sehingga selama ini rekanan menalangi pengerjaan proyek demi mengejar tenggat waktu. Namun pengerjaan proyek itu tidak diimbangi dengan kecepatan pengurusan administrasi.

“Jadi sebagian tersisa soal administrasi, tadi sudah kita tekankan agar memaksimalkan penyerapan supaya tidak dikembalikan ke pusat," ujarnya.

Menurut Malik, batas akhir pencairan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia adalah pada tanggal 10 Desember 2011. 15 hari kemudian, tepatnya tanggal 25 Desember adalah tenggat terakhir pencairan di Pemkab Malang.

“Kalau untuk Dinas Pendidikan terkendala petunjuk dan teknis yang baru turun," pungkasnya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Ir. Romdhoni mengatakan bahwa dinasnya mengelola DAK sebesar Rp 2 Miliar. Dana tersebut mayoritas dialokasikan untuk proyek sanitasi dan air bersih. Sejauh ini proyek sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu proses pencairan termin.

Sedangkan, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Pemkab Malang M.T Wardhana W mengakui DAK yang dikelola Dishut baru terserap 0,5 persen. Tahun 2011 ini, Dishut mendapatkan alokasi Rp 1 Miliar untuk lima program. Diantaranya RHL, perlindungan dan konservasi Sumber Daya Alam, sarana prasarana serta penyuluhan.

“Ya kendalanya pada pihak ketiga, termasuk proses lelang serta kelengkapan dokumen, ya kita optimis bisa terserap semuanya sebelum bulan Desember," janjinya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita malang raya berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 berita kriminal remaja daftar pemain AREMA 2012 batu town square daftar pemain arema harta karun majapahit keris luk 13 pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang pilkada malang 2013 pelacuran di malang sampah anorganik karoseri adi putro arema kerajaan singosari suporter terbanyak di indonesia Berita kriminal pemerkosaan this is arema arema 2011-2012 penemuan benda pusaka nexian pad pengolahan limbah sampah limbah sampah cross ad 305 daun emas sendang kamulyan ahmad bustomi meteor cell malang nexian PAD G311 diknas malang tempat prostitusi di malang berita tentang pencemaran udara Local Blogs
Local TopOfBlogs