Kamar Esek-esek Kini Jadi Ruang Inkubasi Jamur Tiram

Selasa, 4 Oktober 2011 - 09:17 WIB • Dibaca 1,508 kali

Foto: malang post

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Mantan mucikari dan penghuni eks lokalisasi Buk Tape Jalan Sidodadi Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen kini sedang berjuang mempertahankan hidup. Berbekal suntikan modal yang jauh dari cukup, sekitar 25 KK warga Buk Tape berusaha mengembangkan jamur tiram. Puluhan kamar wanita penghibur yang dulu tak lepas dari desahan nikmat, telah disulap menjadi ruang inkubasi jamur Tiram.

Baca Juga

Belum genap setahun lokalisasi Buk Tape ditutup untuk selamanya, setelah 32 tahun menjadi jujugan pria hidung belang. Akan tetapi, lokasi wisata seks di gerbang utara ibukota Kabupaten Malang itu, sudah menunjukkan perubahan. Tak ada lagi, pemandangan perempuan berbaju seksi menunggu lelaki di depan wisma-wisma. Bahkan pamflet-pamflet anjuran memakai kondom juga tak mendominasi pemandangan.

Bukan berarti perubahan itu membawa kesejahteraan bagi para penghuni eks lokalisasi Buk Tape. Sama sekali tidak! Justru mereka tengah berjuang untuk melepaskan diri dari himpitan kebutuhan. Uang yang dulu menghampiri tanpa kesukaran, kini harus dikejar dengan penuh kesabaran.

Sudah empat bulan ini, warga Buk Tape berusaha membudidayakan jamur Tiram bantuan dari pemerintah. Setiap Kepala Keluarga mendapat 125 baglog jamur Tiram serta dana budidaya Rp 200 ribu dari Dinas Sosial dan Bagian Kesra Pemkab Malang. Untuk mendapatkan hasil mencukupi dari budidaya jamur, paling tidak harus tersedia 1000 baglog per rumah.

"Disini (eks lokalisasi), hanya ada tiga rumah yang jumlah jamur Tiram diatas 1000 baglog. Yakni rumah saya, Mia dan Suwarno, masing-masing 2.500 baglog," ujar Tiyono, 56 tahun salah satu mantan mucikari setempat.

Pria yang memiliki tatto samar di tangan ini telah mengubah wisma mekarsari miliknya menjadi sentra budidaya jamur Tiram. Dari enam kamar wanita penghibur di wisma Tiyono, lima diantaranya sudah berisi tumpukan jamur Tiram. Untuk mendapat tambahan baglog, Tiyono rela menjual kasur bekas wanita penghibur serta sejumlah perabot lainnya.

"Dulu pendapatan saya sehari paling jelek Rp 75 ribu, dari jualan kopi dan biaya sewa kamar Rp 10 ribu per tamu," aku pria yang mewarisi wisma Mekarsari dari orangtuanya itu.

Nah, sejak berbisnis jamur Tiram, kini pendapatan Tiyono baru didapatkan dalam jangka waktu 10 hari. Sebab, jamur Tiram bisa dipanen setiap 10 hari sekali dengan panenan per 1000 baglog rata-rata enam sampai tujuh kilogram. Harga jual jamur Tiram di Pasar Sumedang Cepokomulyo (Cokoliyo) mencapai Rp 7 ribu/kg.

Artinya, jika 2.500 baglog milik Tiyono panen, maka dirinya mendapatkan hasil berkisar 18 kg/10 hari. Jika dirupiahkan, maka pendapatannya dalam 10 hari diprediksi sekitar Rp 126 ribu. Angka tersebut jelas turun drastis dibanding pendapatannya ketika menjadi pemilik wisma sebesar Rp 2,2 juta perbulan.

"Sekarang untuk ongkos makan saya per hari Rp 15 ribu, di keluarga saya ada enam anggota keluarga, sampeyan hitung sendiri kebutuhan perbulan," ujarnya.

Penghuni Buk Tape lainnya, Agus Dwi Jatmiko, 37 tahun mengaku bersyukur juga dengan bantuan dari pemerintah. Hemat dia, sebelum lokalisasi itu ditutup hendaknya dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Kini warga penghuni lokalisasi berjuang mencari penghidupan diluar bisnis esek-esek.

"Saya jualan kurungan, warga lain yang punya modal bisa punya diatas 1000 baglog, kalau seperti saya ya hanya 125 baglog karena harga per 1000 baglog sangat mahal yakni Rp 2 juta," akunya.

Menurut dia, warga Buk Tape butuh bantuan modal untuk budidaya jamur Tiram tersebut untuk mencapai ukuran ideal. Kata Dwi, tak menutup kemungkinan warga akan membuka lagi wisma esek-esek jika penghasilan mereka masih seret. Selain suntikan modal, mereka juga butuh penyuluh pertanian untuk membina budidaya jamur Tiram.

"Kita dibiarkan setelah dibantu bibit Jamur Tiram, padahal tak tahu bagaimana bila jamurnya busuk atau cara pengembangan bibit jamur Tiram tanpa membeli," urai pria yang memiliki dua anak itu.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
esek esek malang inkubasi jamur tiram ruang inkubasi bibit jamur jamurtiram berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs