MalangRaya.info

Informasi dan Berita Malang Raya

Facebook Twitter RSS Feed

Kamar Esek-esek Kini Jadi Ruang Inkubasi Jamur Tiram

Foto: malang post

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Mantan mucikari dan penghuni eks lokalisasi Buk Tape Jalan Sidodadi Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen kini sedang berjuang mempertahankan hidup. Berbekal suntikan modal yang jauh dari cukup, sekitar 25 KK warga Buk Tape berusaha mengembangkan jamur tiram. Puluhan kamar wanita penghibur yang dulu tak lepas dari desahan nikmat, telah disulap menjadi ruang inkubasi jamur Tiram.

Belum genap setahun lokalisasi Buk Tape ditutup untuk selamanya, setelah 32 tahun menjadi jujugan pria hidung belang. Akan tetapi, lokasi wisata seks di gerbang utara ibukota Kabupaten Malang itu, sudah menunjukkan perubahan. Tak ada lagi, pemandangan perempuan berbaju seksi menunggu lelaki di depan wisma-wisma. Bahkan pamflet-pamflet anjuran memakai kondom juga tak mendominasi pemandangan.

Bukan berarti perubahan itu membawa kesejahteraan bagi para penghuni eks lokalisasi Buk Tape. Sama sekali tidak! Justru mereka tengah berjuang untuk melepaskan diri dari himpitan kebutuhan. Uang yang dulu menghampiri tanpa kesukaran, kini harus dikejar dengan penuh kesabaran.

Sudah empat bulan ini, warga Buk Tape berusaha membudidayakan jamur Tiram bantuan dari pemerintah. Setiap Kepala Keluarga mendapat 125 baglog jamur Tiram serta dana budidaya Rp 200 ribu dari Dinas Sosial dan Bagian Kesra Pemkab Malang. Untuk mendapatkan hasil mencukupi dari budidaya jamur, paling tidak harus tersedia 1000 baglog per rumah.

”Disini (eks lokalisasi), hanya ada tiga rumah yang jumlah jamur Tiram diatas 1000 baglog. Yakni rumah saya, Mia dan Suwarno, masing-masing 2.500 baglog,” ujar Tiyono, 56 tahun salah satu mantan mucikari setempat.

Pria yang memiliki tatto samar di tangan ini telah mengubah wisma mekarsari miliknya menjadi sentra budidaya jamur Tiram. Dari enam kamar wanita penghibur di wisma Tiyono, lima diantaranya sudah berisi tumpukan jamur Tiram. Untuk mendapat tambahan baglog, Tiyono rela menjual kasur bekas wanita penghibur serta sejumlah perabot lainnya.

”Dulu pendapatan saya sehari paling jelek Rp 75 ribu, dari jualan kopi dan biaya sewa kamar Rp 10 ribu per tamu,” aku pria yang mewarisi wisma Mekarsari dari orangtuanya itu.

Nah, sejak berbisnis jamur Tiram, kini pendapatan Tiyono baru didapatkan dalam jangka waktu 10 hari. Sebab, jamur Tiram bisa dipanen setiap 10 hari sekali dengan panenan per 1000 baglog rata-rata enam sampai tujuh kilogram. Harga jual jamur Tiram di Pasar Sumedang Cepokomulyo (Cokoliyo) mencapai Rp 7 ribu/kg.

Artinya, jika 2.500 baglog milik Tiyono panen, maka dirinya mendapatkan hasil berkisar 18 kg/10 hari. Jika dirupiahkan, maka pendapatannya dalam 10 hari diprediksi sekitar Rp 126 ribu. Angka tersebut jelas turun drastis dibanding pendapatannya ketika menjadi pemilik wisma sebesar Rp 2,2 juta perbulan.

”Sekarang untuk ongkos makan saya per hari Rp 15 ribu, di keluarga saya ada enam anggota keluarga, sampeyan hitung sendiri kebutuhan perbulan,” ujarnya.

Penghuni Buk Tape lainnya, Agus Dwi Jatmiko, 37 tahun mengaku bersyukur juga dengan bantuan dari pemerintah. Hemat dia, sebelum lokalisasi itu ditutup hendaknya dilakukan pembinaan terlebih dahulu. Kini warga penghuni lokalisasi berjuang mencari penghidupan diluar bisnis esek-esek.

”Saya jualan kurungan, warga lain yang punya modal bisa punya diatas 1000 baglog, kalau seperti saya ya hanya 125 baglog karena harga per 1000 baglog sangat mahal yakni Rp 2 juta,” akunya.

Menurut dia, warga Buk Tape butuh bantuan modal untuk budidaya jamur Tiram tersebut untuk mencapai ukuran ideal. Kata Dwi, tak menutup kemungkinan warga akan membuka lagi wisma esek-esek jika penghasilan mereka masih seret. Selain suntikan modal, mereka juga butuh penyuluh pertanian untuk membina budidaya jamur Tiram.

”Kita dibiarkan setelah dibantu bibit Jamur Tiram, padahal tak tahu bagaimana bila jamurnya busuk atau cara pengembangan bibit jamur Tiram tanpa membeli,” urai pria yang memiliki dua anak itu.

http://www.malangraya.info/2011/10/04/091720/5897/kamar-esek-esek-kini-jadi-ruang-inkubasi-jamur-tiram/

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

harga ipad 2 malang raya black market ipad apple 2 beli ipad di kota malang harga ipad di malang jual ipad 2 malang apple store di malang harga i pad malang Metro Digital Mall Olimpic Garden malang agen ipad apple bm ipad store malang jual tablet low end kota malang metro apple store malang metro apple store mall olympic garden metro digital store mall olympic garden new ipad2 malang ipad malang info ipad malang apple store dimalang harga i pad kota malang pemain arema 2012 arema 2012 daftar pemain AREMA 2012 batu town square daftar pemain arema berita pencemaran udara pemain arema 2011-2012 berita malang raya sampah anorganik logo kabupaten malang pelacuran di malang arema 2011-2012 nexian pad arema nexian PAD G311 karoseri adi putro harga nokia c5-03 agustus 2011 Pemain Arema 2011/2012 daftar pemain arema 2011-2012 ahmad bustomi cross ad 305 pemain baru arema karoseri adiputro kerajaan singosari batu flower festival yongki ariwibowo daftar pemain arema 2011/2012 arema 2011 pemain arema 2011 this is arema nexian NX G311 kim kurniawan daftar pemain arema terbaru bank sampah malang pemain arema Local Blogs
Local TopOfBlogs