Petani Tebu Digelontor Kredit Rp 110 M

Selasa, 4 Oktober 2011 - 08:45 WIB • Dibaca 753 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

BULULAWANG, MALANGRAYA.info – Pabrik Gula Krebet Baru (PGKB) di Kecamatan Bululawang menjadi penjamin kredit para petani di Kabupaten Malang. PGKB menjalin kemitraan itu melalui penyaluran kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE) bagi petani. Musim tanam 2010-2011 ini petani digelontor dana kredit mencapai Rp 110 miliar.

Baca Juga

Menurut General Manager (GM) PGKB Warsito, luasan areal tanaman tebu yang dikelola petani PGKB mencapai 21 ribu hektare. PGKB merupakan anak dari PT Rajawali 1 sebagai anak perusahaan PT RNI Jakarta. Selama ini dalam mengelola produksi tebu, PGKB tak pernah memiliki lahan sendiri. Melainkan membeli tebu dari petani Malang raya dalam bentuk kemitraan.

“Petani mendapat dana KKPE dari Bukopin dan BNI 46, KKPE itu disalurkan ke PG selaku penanggungjawab kredit," ujarnya.

Kata Warsito, kredit tidak akan cair bila tidak ada penjaminan dari pihak Pabrik Gula. Untuk itu yang didapatkan petani adalah bagi hasil penjualan gula, yakni 34 persen untuk PG dan 66 persen untuk petani. Tak hanya itu petani juga mendapat bagi hasil tetes tebu yang jumlahnya lima kg per kwintal tebu.

“Untuk tetes itu bagi hasilnya, dua kilogram untuk PG dan tiga kilogram untuk para petani," jelasnya.

Sementara itu, harga gula yang dimiliki petani jauh di atas biaya pokok yang dikeluarkan selama perawatan tanaman tebu. Harga lelang di Pabrik Gula (PG) rata-rata mencapai Rp 8.900 perkilogram. Sedangkan harga gula baru mencapai BEP (break event point) atau mampu menutupi biaya perawatan bila mencapai Rp 6.800 dengan margin keuntungan sekitar Rp2.100 perkilogramnya.

"Tanaman tebu masih sangat menarik bagi petani karena memberikan keuntungan yang besar sekarang ini," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Malang, Ir Purwanto.

Dia membeber fakta bahwa saat ini harga lelang paling rendah bisa mencapai Rp7.300 perkilogram. Di Kabupaten Malang tanaman tebu, produktifitasnya bisa mencapai 800 kwintal perhektar. Padahal, ratoon (bongkar tanaman) idealnya bisa mencapai tiga kali setiap selesai panen.

“Selama tiga kali tanaman tebu yang bisa diproduksi dari lahan seluas satu hektare dapat mencapai 2.400 kwintal atau 240 ton," jelasnya.

Padahal rata-rata tingkat rendemen tanaman tebu di Kabupaten Malang mencapai 6,7 persen. Luas areal tanaman tebu di Kabupaten Malang sendiri masih terdapat sekitar 39 ribu hektare lahan tebu yang belum digarap secara optimal. Terdiri dari 34 ribu hektare lahan kering serta lima hektare lahan tebu di luar garapan dua pabrik gula di Kabupaten Malang.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
harga tebu malangraya berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs