Arema Kubu Rendra Siapkan Upaya Hukum

Selasa, 4 Oktober 2011 - 08:02 WIB • Dibaca 247 kali

ist

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Carut-marut yang terjadi di Arema tidak lepas dari keputusan PSSI. Aksi demontrasi Aremania hingga banyaknya pemain yang hengkang, membuat kondisi Arema serba tidak pasti. Hingga sempat terjadi aksi 'pembajakan' pemain yang sebenarnya telah dipersiapkan Arema versi Rendra.

Baca Juga

Padahal pemain-pemain itu sebenarnya telah membuat perjanjian pra kontrak dengan manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung. Secara umum, Arema Sultan Agung tak mempersoalkan pemainnya itu memilih klub lain, karena telah menyelesaikan masalah adminitrasinya dengan manajemen.

Hanya saja untuk pemain yang akhirnya memilih gabung dengan Arema versi Muhammad Nur, tampaknya tak semudah itu. Menyusul manajemen Arema Sultan Agung tampaknya tengah menyiapkan upaya hukum, terkait kisruh dualisme yang telah diputuskan oleh PSSI ini.

“Kami tidak menyalahkan pemain, pemain butuh pekerjaan dan masa depan, namun akan lebih bijak bila semuanya diselesaikan duduk bersama, apalagi saat pra kontrak dengan PT Arema Indonesia di jalan Sultan Agung semua dilakukan diatas materai, selain itu kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tim, bila ditanya soal konsekuensi, semua bergantung arahan direksi dan Pembina yayasan," ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji, kemarin sore.

Mantan wartawan ini tak menjelaskan secara rinci upaya hukum yang bakal ditempuh manajemen Arema Sultan Agung. Kemungkinan tuntutan bisa dilayangkan kepada PSSI, maupun pada manajemen Arema yang berkantor di Tidar.

“Tunggu Saja, yang jelas kami siapkan action, yang jelas Arema jadi begini karena PSSI mementingkan satu kelompok saja, tidak mementingkan kerukunan di Arema dan Aremania, karena itu untuk menyadarkan dan meluruskan PSSI," jelasnya.

“Bahwa sejatinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, hati-hati didepannya ada kalimat persatuan, bukan pemecah atau pemisah, mestinya segala kebijakannya mengedepankan persatuan, tapi akibat keputusan PSSI, kerukunan, keharmonisan dan persaudaraan menjadi terganggu di kalangan pengurus, pemain dan supporter," sambung Darmaji.

Sekaligus menyiapkan upaya hukum itu, manajemen Arema masih berharap PSSI masih mau merubah keputusannya terkait dualisme Arema. Setidaknya meminta PSSI untuk datang ke Malang untuk melaihat fakta di lapangan terkait keputusan yang telah diambil melalui rapat Eksekutif Komite PSSI itu.

“Kami mengharap, masih ada waktu agar PSSI datang ke Malang , lihat fakta di lapangan pasca keputusan PSSI yang tidak mengedepankan solusi, bahkan cenderung mengadu domba ini, sebab kita tidak diberi surat, tidak diberi alasan kekurangan kami, akhirnya yang terjadi saling curiga, tak heran bila keputusan PSSI acapkali kontroversi dan lumrah bila ada wacana KLB (Kongres Luar Biasa), karena kami mencintai PSSI, maka kami perlu mengingatkannya," pungkas Darmaji.

Adanya perubahan akta PT Arema Indonesia yang baru sesuai Surat Keputusan Menkumham menjadi dasar upaya hukum manajemen Arema versi Rendra ini. Dalam perubahan itu disebutkan Direktur Utama PT Arema Indonesia adalah Iwan Budianto. Sehingga untuk status Direktur Utama PT Arema Indonesia versi M. Nur masih belum jelas.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs