Dalangi Ilegal Logging, Kades Didemo

Senin, 3 Oktober 2011 - 19:13 WIB • Dibaca 167 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

SUMBERMANJING WETAN, MALANGRAYA.info – Ratusan warga Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Senin (3/9/2011) siang menyerbu kantor balai desa setempat.

Baca Juga

Aksi demonstrasi ratusan massa itu dipicu atas sikap Kepala Desa (Kades) Tambakasri, Hendro Gunawan yang dituding menjadi dalang terjadinya pencurian kayu alias ilegal logging.

Tak hanya mencuri kayu negara, ulah Hendro juga membuat geram warga Desa Tambakasri karena tidak juga merampungkan Dana Kemitraan untuk pembangunan jalan desa senilai Rp.80 juta. Padahal, dana itu sudah cair dan diterima pihak desa sejak Agustus 2011 lalu. “Kami menuntut Polisi segera menindak perbuatan kades. Sudah jelas-jelas dia dalang dibalik ilegal loging kok dibiarkan saja,” ucap Ahmad Tauhid Hafid, warga Desa Tambakasri yang menjadi mediator saat demonstrasi berlangsung, Senin (3/9/2011).

Dijelaskan Tauhid, kades juga lambat dalam hal menyelesaikan akta balik tanah milik warga desa. Padahal, ada ratusan warga yang sudah memberikan uang setahun lalu. Besaran biaya dari warga untuk mengurus akta tanah bervariasi. Mulai dari Rp.800.000 sampai Rp.2 juta. “Ada ratusan warga yang ngurus akte tanah tapi belum juga ada kejelasannya. Warga diberi kwitansi pembayaran resmi, tapi sampai hari ini belum juga selesai,” papar Tauhid.

Hal sama juga diungkapkan H.Syaifudin, tokoh masyarakat Desa Tambakasri itu menilai sikap kepemimpinan kades arogan. Selain tidak pernah melibatkan Badan Pemerintahan Desa (BPD), kades selalu menggunakan kekuasaannya untuk mengambil alih jalannya pemerintahan.

“Kades tidak pernah koordinasi dengan BPD ataupun lembaga lain yang ada di desa. Bahkan, kewenangan kades seperti melampaui Muspika dan selalu membawa-bawa nama Muspika untuk kepentingan pribadinya,” terang Syaifudin.

Menanggapi ini, Camat Sumbermanjing Wetan, Mahila Surya Dewi yang ikut dihadirkan untuk proses mediasi dengan ratusan demonstran mengaku akan segera menyelidiki kasus ini. “Secepatnya akan kami telusuri. Kalau memang kades berbuat seperti apa yang dituntut warganya, pasti akan ada tindakan dari kami,” jelasnya.

Sementara itu, Hendro Gunawan akhirnya bersedia menuruti keinginan wargannya. Dihadapan para demonstran, Hendro berjanji akan lebih koordinasi lagi dan melibatkan lembaga pemerintahan yang ada di desa.

Hendro juga mengatakan jika dirinya memang jarang berkomunikasi dengan aparat Muspika maupun pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Saat ditanya sejumlah tuntutan warga terkait ilegal logging dan dana kemitraan yang tak kunjung ada hasilnya, Hendro pun memilih bungkam dan langsung meninggalkan kantor balai desa.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs