Bunga Potong Semakin Langka

Senin, 3 Oktober 2011 - 08:41 WIB • Dibaca 529 kali

Foto: malang post

BUMIAJI, MALANGRAYA.info – Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti Batu Flower Festival (BFF) 2011 sangat tinggi. Tidak hanya dari masyarakat Kota Batu saja, beberapa daerah di luar Kota Batu dan Negara sahabat juga sudah memastikan akan ikut memeriahkan BFF. Hal itu berimbas pada ketersediaan bunga potong yang ada di Kota Batu.

Baca Juga

Peserta yang akan mengikuti event yang akan digelar pada 8 Oktober mendatang, saat ini kesulitan untuk mencari bunga potong krisan segar di para petani bunga hias di Kota Batu, khususnya untuk kendaraan hias seribu bunga. Hampir sebagian besar kelompok-kelompok tani sudah mendapatkan pesanan penyediaan bunga untuk peserta yang akan ikut karnaval kendaraan hias.

“Sulit dipercaya, ketika calon peserta menginformasikan berat untuk mewujudkan sketsa gambar mobil yang akan dihiasnya dengan ribuan bunga. Lantaran bunga-bunga segar yang diperlukan ternyata tidak diperoleh," kata Ketua PHRI Kota Batu, Uddy Saifuddin.

Padahal, para pelaku wisata yang menjadi calon peserta karnaval sudah berburu di sentra-sentra petani bunga hias dan krisan mulai dari Gunungsari, Bumiaji, Sidomulyo, Sumberejo sampai dengan Cangar. Tapi, mereka tetap hunting di beberapa daerah di luar Kota Batu untuk bisa memeriahkan BFF dengan maksimal.

Tidak hanya PHRI yang merasakan hal itu, Kelurahan Ngangglik yang akan berpartisipasi dalam kegiatan itu pun mengalami kendala yang sama, sulitnya mendapatkan bunga-bunga yang diharapkan bisa menghiasi kendaraan yang telah digambarnya. Karena panitia BFF telah mewajibkan penggunaan bunga segar untuk menghiasi kendaraan, bukan bunga imitasi.

“Sesuai gambar, kami ingin menghias kendaraan dengan tema potensi yang ada di Kelurahan Ngagglik, tapi bunga berwarna hijau-hijau sulit kami dapatkan. Kalaupun ada sudah dipesan pihak lain untuk event yang sama," ujar Mulyono, tokoh pemuda Ngagglik.

Petani tanaman bunga mawar di Desa Gunungsari mengakui, jika kebutuhan bunga untuk event BFF cukup besar. Handoko, salah satu petani bunga mawar belum bisa memastikan berapa kebutuhan total bunga yang dibutuhkan. Hanya saja, petani bunga mawar juga harus tetap menjaga rutinitas pengiriman bunga ke beberapa daerah yang sudah menjadi pasar petani bunga di Kota Batu seperti Bali, Jakarta, Surabaya dan daerah-daerah lainnya.

“Saya saja, setiap harinya harus mengirim bunga mawar ke Bali sebanyak 3000 tangkai. Kalau ditambah kebutuhan bunga mawar untuk karnaval BFF pasti akan sangat kurang. Padahal, kami tidak mungkin mengurangi kiriman ke langganan yang sudah ada selama ini," jelasnya.

Cuaca saat ini pun kurang mendukung. Banyak penyakit yang mengidap di bunga mawar. Penyakit itu membuat mawar tidak maksimal. Di bagian kelopak bunganya ada warna hitam-hitam yang mengganggu keindahan bunga.

“Kalau saya bilang, saat ini mawar lagi banyak penyakitnya. Karena itu butuh perhatian untuk melakukan perawatannya secara maksimal. Agar bunga mawar yang dihasilkannya juga maksimal," tambah warga Gunungsari itu.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : malang post
  • Dipublikasikan : Dyah Ayu
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs