Warga Petungsewu Demo Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2011 - 19:26 WIB • Dibaca 576 kali

Foto: malang post

DAU, MALANGRAYA.info – Jangan menjual pohon sembarang, apalagi pohon kuburan desa, jika tak ingin bernasib seperti perangkat Desa Petungsewu, Kecamatan Dau. Lantaran menjual puluhan kamboja di kuburan desa, perangkat desa Petungsewu diluruk puluhan warga, kemarin. Isu yang berkembang, pembongkaran pohon ternyata merusak makam sehingga keluarganya protes.

Baca Juga

Kejadian unik yang terjadi di Desa Petungsewu ini awalnya tak diketahui oleh warga setempat. Tanpa sosialisasi lebih dahulu, perangkat Desa Petungsewu melepas pohon kamboja di kuburan desa kepada kolektor tanaman. Belakangan berkembang isu bahwa penebangan kamboja menyebabkan kuburan rusak bahkan kain kafan jenazah yang baru meninggal 100 hari menyembul.

“Yang baru meninggal 100 hari itu adalah Pak Asrip, katanya kafannya sampai kelihatan saat pohon kamboja dibongkar," ungkap Wardono warga RT 2 RW 2 kepada Malang Post.

Berita itu kemudian tersebar ke telinga warga sehingga membuat mereka khawatir dengan nasib kuburan keluarganya. Muncul kabar pula bahwa pohon kamboja dijual oleh Modin Petungsewu Solihin atas persetujuan Kepala Desa Petungsewu Edi Suprapto. Pohon Kamboja yang dijual sebanyak 40 batang dengan harga keseluruhan Rp 5 juta.

“Setelah menerima uang, pak Modin baru sosialisasi ke jamaah tahlil di RT-RT, namun warga tidak setuju, sebenarnya penebangan kamboja sudah beberapa minggu lalu," imbuh Wardono.

Pantauan Malang Post di kuburan desa, memang sejumlah makam warga setempat banyak yang tertimbun tanah baru. Di beberapa makam juga masih tampak pohon kamboja yang baru dibongkar. Nampaknya setelah diprotes warga pohon kamboja itu tak jadi diambil.

“Saya datang ke kuburan ini untuk mengecek makam bapak dan ibu saya (Sudjono-Warsini), ikut dibongkar atau tidak," aku Rusnadi, 60 tahun warga RT 14 RW 3 kepada Malang Post.

Ternyata persis di atas makam ibunya (Warsini) sudah ada pohon kamboja yang diberi tanda. Kata Rusnadi, artinya jika tidak ada protes maka makam ibunya akan ikut dibongkar. Dia sendiri tak ikut demonstrasi.

"Kalau sampai dibongkar pohon (kamboja) ini, pasti kepala ibu saya ikut kena," keluhnya.

Sementara itu, di kuburan Asrip yang disebut-sebut kainnya kafannya menyembul ternyata sudah diratakan. Namun kondisi kuburan belum sempurna lantaran satu nisan belum dipasang. Didekat makam itu juga masih terlihat kumpulan cabang kamboja yang dibiarkan tergeletak.

"Kain kafannnya bapak tidak sampai keluar, cuma kondisi makam memang berantakan saat itu, nisannya rusak karena pembongkaran kamboja," aku Subronto, 30 tahun anak Asrip.

Yang membuat Bronto kecewa, kerusakan pada makam bapaknya diketahui saat dia ziara kubur tepat pada 100 hari Asrip. Saat itu dia sempat memarahi pekerja karena membiarkan nisan kuburan ayahnya tergeletak. Padahal untuk memasang nisan harus didahului dengan selamatan.

Sementara itu Modin setempat, Solihin mengaku bahwa pihaknya tidak berniat menjual kamboja. Sekitar 20 hari lalu ada seseorang yang menawar mengambil kamboja di kuburan. Dia sempat menolak dan meminta agar orang tersebut meminta izin kepada Kepala Desa.

"Orang itu datang ke rumah saya lagi sambil mengatakan sudah mendapat izin dari Kades, dia juga menaruh uang Rp 5 juta. Uang itu kemudian saya berikan kepada bendahara keuangan Wiwik akan dipakai untuk dana kematian. Jadi ini sebenarnya juga untuk warga," beber Solihin kepada Malang Post.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
harga pohon kamboja jual pohon kamboja berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs