Pengembangan TPA Supiturang Terkendala Lahan

Sabtu, 1 Oktober 2011 - 16:01 WIB • Dibaca 179 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

SUKUN, MALANGRAYA.info – Pengembangan Tempat Pembuangan Akhir Supiturang milik Kota Malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih terhambat pembebasan lahan warga sekitar.

Baca Juga

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto di Malang, Sabtu, mengakui, kendala utama pengembangan TPA tersebut memang lahan milik warga sekitar karena harganya masih belum ada titik temu.

“Padahal kalau pemkot bisa menambah luasan lahan TPA Supiturang akan mendapatkan kucuran dana cukup besar dari investor Jerman. TPA Supiturang memang akan dikelola oleh investor tersebut, dengan catatan lahannya bisa diperluas,” katanya.

Lahan TPA Supiturang saat ini hanya sekitar 15 hektare, sedangkan kebutuhan investor Jerman tersebut hingga 25 hektare, sehingga masih membutuhkan lahan 10 hektare lagi.

Ia mengemukakan, perluasan lahan tersebut bisa dilakukan, namun secara bertahap dan diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp22,3 miliar.

Wasto yang mantan Kepala Bagian Hukum Pemkot Malang itu mengatakan, naskah kerja sama dengan investor Jerman tersebut sudah ditandatangani, sehingga mau tidak mau syarat luasan lahan 25 hektare itu harus dipenuhi.

Hanya saja, katanya, anggaran sebesar Rp22,3 miliar untuk pembebasan lahan itu tidak seluruhnya untuk lahan TPA Supiturang, tapi sebagian untuk perluasan lahan SMAN 10 di Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang.

Selain itu, katanya, penambahan luas lahan tersebut juga tidak bisa dilakukan sekaligus, tapi bertahap. Dalam APBD 2011, anggaran yang diplot sebesar Rp16,8 miliar dan selebihnya akan dianggarkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2011.

“Sebisa mungkin kami akan memenuhinya secara bertahap karena kemampuan anggaran (APBD) memang masih belum bisa semuanya (10 hektare, red). Mudah-mudahan tahun ini perluasan lahan itu sudah tuntas,” katanya.

Jika Pemkot Malang bisa menambah luasan lahan TPA Supiturang hingga mencapai standar yang dibutuhkan investor Jerman (25 hektare, red.), katanya, investor tersebut akan mengucurkan dana sebesar Rp190 miliar termasuk pengelolaannya ke depan.

Investor berasal dari Jerman itu adalah Bank Pembangunan Jerman (Kreditanstalt fur Wiederaufbau).

Jika program pengelolaan TPA Supiturang oleh investor Jerman terealisasi, investor minta jaminan agar Pemkot Malang mengalokasikan dana sebagai jaminan untuk menjaga kesinambungan pengelolaan sampah di TPA Supiturang setelah pembangunan tuntas.

Investor Jerman tersebut sudah melakukan survei dan pengelolaan sampah di TPA mendatang menggunakan sistem “sanitary landfill”, yakni pengolahan sampah yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi modern guna mengurangi gas emisi efek rumah kaca.

Beberapa tahun sebelumnya, Pemkot Malang juga sudah menjajaki kerja sama dengan investor berasal dari Kanada dan pemerintah Belanda untuk mengelola TPA Supiturang dan menjadikan limbah sampah yang menumpuk tersebut menjadi energi listrik.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
tpa supit urang malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs