Penggerebekan Café D’Loft Matos

Ada Dua Ruang Khusus untuk Striptease

Jumat, 30 September 2011 - 09:55 WIB • Dibaca 3,886 kali

Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Boleh jadi dua pemilik Cafe The Loft, Hengky dan Budi menyangkal mengetahui ada pertunjukan striptease di tempatnya. Namun, Yayuk alias Intan dan Sara, dua penari yang diamankan di Mapolres Malang Kota setelah ketahuan menari telanjang di The Loft secara blak-blakan mengatakan bila keduanya berbohong.

Baca Juga

Kedua wanita yang sekarang menjadi tersangka lantaran terbukti melanggar Pasal 33 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi ini menjelaskan, cafe The Loft memiliki sembilan room (kamar) karaoke. Dua diantaranya untuk kalangan eksekutif. Dua kelas eksekutif yang dimaksud, selain ruangannya lebih besar, juga ada tiang untuk yang disediakan untuk menari striptease.

“Ada dua room yang dipasang tiang untuk menari. Jadi tidak mungkin pemiliknya tidak tahu," kata Yayuk.

Hanya saja, saat digerebek itu, Yayuk mengaku tidak berada di kamar yang ada tiang untuk menari telanjang.
Termasuk masalah penghasilan, Yayuk mengakui bila honornya dipotong lebih dulu.

“Saya hanya terima 65 persen dari uang jasa menari, sedangkan 35 persen diambil pihak managemen," ungkapnya.

Namun begitu, Yayuk enggan memperpanjang masalah tersebut. Kini dia menyesal lantaran sudah bekerja menjadi penari telanjang di cafe tersebut.

Lalu bagaimana Yayuk hingga terjerumus di dunia tari striptis tersebut? Wanita yang kemarin menggunakan kaos kuning dipadu celana pendek tiga perempat dengan motif garis ini mengaku terpaksa. Wanita asal Desa Sumber Banteng, Gedangan itu harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sejak lulus SMA, dia sudah keluar dari rumahnya dan memilih bekerja di Kota Malang. Awalnya Yayuk hanya bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG), namun kemudian dia bekerja di sebuah karaoke, untuk menjadi Custumer Service (CS). Selanjutnya Yayuk kembali bekerja sebagai SPG panggilan, dan kemudian bekerja panggilan untuk menari telanjang di kafe The Loft.

Yayuk mengaku dirinya tidak sekonyong-konyong bekerja di kafe itu. Untuk bisa masuk di kafe tersebut dia diajak oleh Manager Operasional Cafe The Loft, Roni Teguh Nugroho, yang tinggal di Jalan Dorowati, Lawang

“Kenal dengan Roni cukup lama. Dia mengajak saya bekerja di cafenya, saya pun mau, apalagi saya butuh uang. Hanya saja, saya bukan karyawan tetap, tetapi hanya bekerja saat ada panggilan saja," kata wanita berambut panjang ini.

Terkait dengan Sara, Yayuk yang mengaku masih lajang ini sama sekali tidak tahu menahu dan tidak kenal. Menurut Yayuk, dia kenal Sara saat berada di dalam room karaoke sesaat sebelum digerebek polisi.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
penari striptis panggilan telanjang di room cafe penari striptis malang foto penari cafe bugil #################### ########################### foto ngentot penari striptis di cafe Foto penari striptis penari tiang telnjang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs