Ingin Kuliah Kedokteran, Rugi Rp 165 Juta

Kamis, 29 September 2011 - 09:14 WIB • Dibaca 123 kali

ILUSTRASI

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Karir Abdul Rahman, 50 tahun, warga Jalan Kolonel Sugiono Gg V Kelurahan Mergosono, sebagai pelaku penipuan berakhir Selasa (27/9) siang. Rahman ditangkap anggota Polsekta Lowokwaru dengan tuduhan melakukan penipuan terhadap Drs. Makruf Effendi, 49 tahun, warga Jalan Kalpataru, Desa Randuagung, Singosari hingga mengalami kerugian Rp 165 juta.

Baca Juga

Informasi yang berhasil dihimpun penipuan yang dilakukan Rahman ini tak lain berawal dari korban yang ingin memasukkan keponakannya ke Fakultas Kedokteran salah satu PTN di Malang. Berbagai cara pun ditempuh korban, dengan harapan sang keponakan masuk di fakultas tersebut. Saat itulah, korban bertemu dengan Rahman, yang mengaku mampu dan bisa memasukkan keponakan Makruf.

“Antara korban dan tersangka awalnya tidak kenal, keduanya dikenalkan oleh salah satu teman korban," terang Kapolsekta Lowokwaru Kompol David Subagyo kepada Malang Post kemarin.

Pertemuan pertama, korban yang antusias memasukkan sang keponakan di fakultas kedokteran pun menyampaikan niatnya. Dan saat itu Rahman langsung menyanggupi. Tentu saja, kesanggupan Rahman ini ada syaratnya. Kepada Makrif tersangka meminta uang Rp 165 juta, sebagai syarat untuk bisa masuk ke fakultas tersebut.

Lantaran yakin dan percaya dengan Rahman, korban pun memberikan uang Rp 165 juta secara bertahap. Pertama, dia menyetorkan Rp 12 juta, kedua Rp 54 juta, tahap ketiga Rp 17,5 juta, dan terakhir Jumat (23/8) lalu sekitar Rp 81,5 juta. Setiap pembayaran, korban selalu diberi kuitansi oleh tersangka.

“Pembayaran dilakukan di salah satu rumah makan di Jalan Soekarno Hatta. Tersangka memberikan kuitansi agar korban percaya," papar David.

Aksi penipuan ini sendiri baru terkuak saat pengumuman SNMPTN. Saat itu nama keponakan korban tidak tercantum dalam daftar yang diterima di Fakultas Kedokteran yang dimaksud. Korban saat itu langsung menghubungi Rahman, untuk menanyakan hal tersebut.

Mendapat telepon dari korban, Rahman pun berkilah jika nama keponakan korban memang tidak masuk dalam daftar mahasiswa yang diterima karena memang masuk melalui jalur belakang. Namun begitu, Rahman menyakinkan kalau keponakan korban sudah masuk masuk.

Tidak percaya dengan keterangan Rahman, Makruf pun mendatangi PTN tempat keponakannya mengikuti tes SNMPTN. Dan ternyata benar, nama yang disebutkan Makruf betul-betul tidak ada dalam daftar. Bahkan, pihak universitas tersebut langsung mengatakan jika Makruf menjadi korban penipuan.

Yakin ditipu, Makruf pun kembali menghubungi Rahman. Semula Rahman mau menjawab telepon Makruf, dan mengaku siap mengembalikan uang korban. Namun akhir-akhir ini, Rahman justru menghindar. Hal inilah yang membuat Makruf jengkel dan kemudian Sabtu (24/9) lalu melaporkan Rahman ke Polsekta Lowokwaru.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs