Penggerebekan Café D’Loft Matos

Matos Tak Tahu Praktik Tari Telanjang

Rabu, 28 September 2011 - 08:52 WIB • Dibaca 672 kali

ist

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Manajemen Malang Town Square (Matos) mengaku tidak tahu menahu terkait praktik tari telanjang atau penyediaan penari telanjang di Cafe The Loft. Bahkan mereka mengaku kaget, begitu mendengar jika cafe yang berada di lantai III Matos tersebut digerebek polisi.

Baca Juga

Manager Marketing Communication, Suwanto mengatakan jika sejak berdiri tahun 2005 lalu, The Loft telah dua kali merubah konsep. Konsep awal adalah Pool and Cafe, namun pertengahan 2011 lalu, pihak The Loft mengubah konsep karaoke eksklusif dan De Lounge.

“Perubahan konsep itu pernah dilaporkan kepada kami. Saat itu pihak managemen cafe juga sempat memberikan proposal tentang perubahan konsep itu. Dan dalam proposal itu juga dijelaskan untuk karaoke eksektif serta De Lounge tersebut target marketnya adalah eksekutif muda," kata Wanto.

Tak pelak dengan adanya penari telanjang atau praktik tari telanjang ini membuat pihak management Matos kecewa. Apalagi, konsep yang dilaporkan ternyata tidak sesuai dengan yang saat ini berjalan.

“Kalau saja kami tahu dari awal, jelas kami menolak dan tidak mengizinkan. Tapi nyatanya kan ini sudah menyalahi konsep," kata Wanto, sapaan akrabnya.

Pihak managemen Matos pun melayangkan surat teguran terhadap pihak managemen The Loft. Surat teguran itu sendiri dikirimkan pagi kemarin, setelah berita tentang penyediaan penari telanjang tersebut beredar.

“Yang kami bisa lakukan hanya sebatas menegur, dan memanggil. Kami tidak bisa memberikan sanksi atau mengusir," kata Wanto.

Alasanya, lantaran areal kafe itu sendiri telah menjadi hak milik pribadi. Dijelaskan dia, status The Loft tidak menyewa ke Matos, namun tempat tersebut telah dibeli sejak 2005. Pembelian tempat di Matos pun diperbolehkan, lantaran Matos sendiri statusnya merupakan strata mall, sehingga setiap orang dapat membeli tempat di situ.

Tapi meskipun boleh dibeli, tetap harus ada syarat yang harus ditaati. Yaitu tidak diperuntukkan kegiatan yang melanggar hukum seperti menjual minuman keras, dijadikan tempat bisnis esek-esek, atau menjual atau mengedarkan narkoba.

Dia mengatakan pembeli tempat tersebut bernama Hengki yang berdomisili di Surabaya. Sementara pihak The Loft sendiri hingga kemarin belum memberikan keterangan. Hengki, yang diketahui merupakan owner kafe tersebut juga tidak bisa dihubungi. Beberapa kali nomor teleponnya dihubungi, hanya terdengar suara nada sambung, tanpa diangkat oleh Hengki. Sedangkan karyawan The Loft sendiri memilih bungkam terkait kasus ini.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • http://pulse.yahoo.com/_SCMLQDO27SSZYHV467QBO4XVU4 Nice

    mana nih yang jadi sebagai penonton, koq tidak ada beritanya? bukankah seharusnya yang menonton juga ikut diproses?

x close
tari telanjang penari telanjang bugil ngentot dicafe cafe esek esek di batu dugem di matos kasus striptis di matos pegawe matos bugil penri\telanjang\dicafe berita malang raya berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 daftar pemain AREMA 2012 batu town square daftar pemain arema pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang keris luk 13 pelacuran di malang pilkada malang 2013 harta karun majapahit sampah anorganik karoseri adi putro arema kerajaan singosari arema 2011-2012 this is arema suporter terbanyak di indonesia berita kriminal remaja nexian pad pengolahan limbah sampah limbah sampah cross ad 305 Berita kriminal pemerkosaan nexian PAD G311 ahmad bustomi diknas malang tempat prostitusi di malang berita tentang pencemaran udara penemuan benda pusaka daftar pemain arema 2011-2012 batu flower festival bidik misi UM 2012 Local Blogs
Local TopOfBlogs