Home Base Arema Kembali Tidak Jelas

Selasa, 27 September 2011 - 19:09 WIB • Dibaca 102 kali

ant

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Home base Arema Indonesia yang dikendalikan M Nur dan diakui oleh PSSI sampai saat ini masih belum jelas.

Baca Juga

Wali Kota Malang Peni Suparto, Selasa mengaku bahwa dirinya masih akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait terlebih dahulu sebelum mengabulkan keinginan Arema pimpinan M Nur yang menjadikan Stadion Gajayana sebagai “home base”-nya.

“Saya akan tetap melakukan koordiansi dulu dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), sebab soal izin sewa itu ada risiko hukumnya. Kalau saya melarang pihak tertentu menyewa Stadion Gajayana, saya melanggar hukum,” ujar Peni usai menemui perwakilan Aremania di Balai Kota Malang.

Secara tegas Peni mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang siapapun yang akan menyewa (menggunakan) Stadion Gajayana selama sesuai prosedur dan ketentuan yang diberlakukan pengelola.

Yang pasti, tegasnya, pihaknya akan tetap berusaha menjadi penengah antara dua kubu. “Yang penting sekarang Arema selamat dulu dan bisa ikut kompetisi musim depan,” ujarnya.

Ia mengemukakan, jika Arema menyewa Stadion Gajayana, maka yang diuntungkan adalah Arema, karena hanya dikenakan pajak hiburan 10 persen dari harga tiket. Sedangkan di Stadion Kanjuruhan dikenakan 20 persen dari harga tiket.

Sementara dari pihak Aremania yang menemui Wali Kota Malang itu adalah Iin dari Korwil Dinoyo dan Hendrik dari Korwil Bululawang serta beberapa perwakilan Aremania lainnya.

Sebelumnya ratusan perwakilan Aremania dari berbagai korwil menemui anggota DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus minta dukungan terhadap pencabutan izin sewa Stadion Gajayana yang diajukan oleh Arema kubu M Nur.

Hanya saja, meski PSSI telah memutuskan mengakui Arema kubu yang dikendalikan oleh M Nur, para pemain dan asisten pelatih yang sebelumnya telah menandatangani prakontrak dengan kubu Rendra Kresna tetap menjalani latihan rutin yang di bawah kendali asisten pelatih Joko Susilo.

Menjelang bergulirnya kompetisi 2011-2012 di tubuh Arema terjadi dualisme kepengurusan, yakni di bawah kendali Rendra Kresna dan M Nur. Kedua pengurus itu juga sama-sama mendaftarkan diri ke PSSI, namun akhirnya PSSI hanya mengakui Arema yang dipimpin oleh M Nur.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : antara
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs