Polisi Obrak Arena Judi di Pujon

Selasa, 27 September 2011 - 09:14 WIB • Dibaca 253 kali

Foto: malang post

PUJON, MALANGRAYA.info – Arena judi sabung ayam di tengah tegalan di Dusun Maron, Desa Ngroto, Pujon, Minggu (25/9) petang lalu diobrak petugas Reskrim Polres Malang. Dalam penggrebekan tersebut petugas berhasil mengamankan 12 orang. Yaitu Ngatemun, 59 tahun, warga Dusun Sumbermulyo Persil, Desa Madiredo, Pujon, Sarji, 55 tahun, warga Desa Pandesari, Pujon, Eko Susanto, 24 tahun, Sugiri, 30 tahun dan Agus Prayitno, 24 tahun, warga Desa Ngroto, Pujon, Rokim Wiyanto, 41 tahun, Suwandi, 50 tahun, Sukardi, 57 tahun, serta Sugiono, 49 tahun, warga Dusun Maron, Desa Pujon Lor, Pujon.

Baca Juga

Kemudian Sutono, 50 tahun, warga Kelurahan Sidomulyo, Batu, Umar, 49 tahun, warga Desa Pesanggrahan, Batu dan Kabid, 50 tahun, warga Desa Ngaglik, Batu. Hingga sore kemarin, mereka masih menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polres Malang.

Selain mereka, dalam penggrebekan itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa lima ekor ayam aduan, peralatan judi sabung ayam serta sembilan unit sepeda motor milik para pejudi.

“Mereka yang kami amankan itu adalah penonton sekaligus pejudi. Mereka kami tangkap setelah sempat kejar-kejaran karena berusaha kabur," ungkap Kasubag Humas Polres Malang, AKP Gaib Djumargo.

Menurutnya, penggerebekan judi sabung ayam tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat sekitar yang meresahkan adanya judi itu. Berangkat dari laporan itulah petugas kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Begitu informasi benar, dengan kekuatan maksimal petugas langsung menggrebek judi sabung ayam itu. Sayang dari puluhan pejudi, hanya dua belas orang yang berhasil diamankan, lainnya kabur begitu mengetahui kedatangan petugas.

Tangkap Judi Dadu

SELAIN mengamankan para penjdui ayam, di lokasi yang sama petugas juga menangkap Mingan, warga Dusun Gesingan, Desa Pandesari, Pujon. Pria berusia 37 tahun tersebut, ditangkap karena menggelar judi dadu di sekitar arena judi sabung ayam. Sebagai barang buktinya, petugas hanya mengamankan seperangkat alat judi dadu.

“Sedangkan untuk uangnya, hilang terjatuh ketika tersangka ini berusaha kabur saat akan ditangkap," ungkap Gaib Djumargo.

Dalam pemeriksaan penyidik sendiri, Mingan bapak tiga anak ini mengaku kalau dirinya sebetulnya bukan bandar. Dia mengaku hanya sebagai pelayan judi dadu itu, yang bertugas mengopyok anak buah dadu. Sedangkan pemilik sekaligus bandar dadu diakuinya bernama Ipin, warga Kota Batu, yang berhasil kabur ketika digerebek.

Komisi yang diterima Mingan sebagai pelayan dadu sendiri, diakui kalau menang biasanya mendapat komisi sebesar 10 persen. Namun, kalau bandar dadunya Mingan mengaku sama sekali tidak diberi uang.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
maron pujon berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs