Aremania Bawa Lima Tuntutan ke PSSI

Selasa, 27 September 2011 - 08:28 WIB • Dibaca 130 kali

Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Sesuai agenda, Aremania menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PSSI di kawasan stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin siang. Sedikitnya 300 orang lebih, perwakilan Aremania yang hadir melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Baca Juga

Ada lima tuntutan yang disampaikan Aremania kepada PSSI. Pada intinya, supporter Arema ini tak ingin tim berjuluk Singo Edan dikelola kubu Muhammad Nur. Sebaliknya Aremania mendukung kepengurus Arema oleh Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan.

“Menurut kami, kubu M Nur yang harus dibubarkan. Karena latar belakang mereka di kepengurusan Arema tidak jelas. Intinya, mereka yang membuat Arema terpecah belah,” ungkap Tembel alias Ponidi, Aremanai korwil stasiun dalam orasinya di depan kantor PSSI, kemarin siang.

Aremania menuntut agar sebelum perpecahan semakin meluas, PSSI segera menganulir keputusan yang mengesahkan pihak M. Nur. “Kami akan terus menggelar demo sampai PSSI mau membubarkan kubu M Nur dan mengakui kepengurusan Rendra Kresna," katanya.

Usai sekitar satu jam melakukan orasi, perwakilan Aremania diterima oleh Wakil Sekjen PSSI Tondo Widodo di ruang rapat PSSI. Aremania yang sebenarnya berharap bisa bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin pun kecewa.

“Orang PSSI tidak berani menemui kami Aremania, PSSI pengecut," sebut Hans Budi P. Ambon perihal tidak adanya pengurus PSSI, kemarin siang. “Wakil Sekjen akan menyampaikan aspirasi ke Ketua Umum, tidak tahu kapan, dia tidak berani kasih deadline," sambung salah satu perwakilan Aremania ini.

Setelah menyampaikan tuntutan tersebut pada Tondo Widodo, Aremania masih sempat melanjutkan orasi mereka di depan kantor PSSI. Kelompok supporter yang juga pernah berurusan dengan PSSI terkait sanksi mengenakan atribut ini memilih tak langsung pulang.

Aremania yang gagal bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSI ini memberikan ultimatum pada induk organisasi sepakbola Indonesia ini. Yaitu, jika tuntutan tidak dipenuhi oleh PSSI, maka kompetisi musim depan tak akan lepas dari 'gangguan' Aremania.

“Ya, Aremania mengultimatum, jika Arema Indonesua yang didukung Aremania tidak dimenangkan maka jangan harap kompetisi PSSI yang bergulir di Malang akan lancar. Intinya, PSSI harus meninjau ulang surat keputusan yang sudah dibuat dengan menenangkan M. Nur," sebut Fuad Ardiansyah, Aremania korwil Cili.

“Kita juga minta PSSI melakukan verifikasi secara fairplay dan faktual ke Malang. Untuk saat ini kita masih bertahan di kantor PSSI dulu karena akan ada pengumuman klub yang akan ikut kompetisi, tapi informasinya masih simpang siur," sambung pria berkacamata ini.

Namun setelah mendapat informasi bahwa pengumuman klub yang akan ikut kompetisi akhirnya diundur, rombongan Aremania mulai menarik diri. Mereka memilih untuk kembali ke Malang untuk kembali melajutkan aksi demonstrasi menuntut keadilan dari PSSI.

Secara terpisah Tondo Widodo mengakui dirinya tak bisa berbuat banyak, kecuali hanya menerima aspirasi Aremania tersebut. Apalagi dirinya bukan sebagai anggota Exco yang terlibat rapat dalam memutuskan nasib Arema, beberapa waktu lalu.

“Saya tidak bisa memberi penjelasan apapun karena saya memang tidak ikut dalam rapat Exco, hanya Sekjen yang boleh ikut. Tapi saya berjanji akan menyampaikan aspirasi Aremania ini, termasuk permintaan agar PSSI datang ke Malang untuk melihat secara langsung fakta sebenarnya di lapangan,” kata Tondo.

Sementara di kota Malang, Aremania juga memenuhi janjinya untuk menggelar demo menolak keberadaan M Nur. Perwakilan korwil Aremania se Malang Raya ngluruk Balai Kota Malang, Jalan Tugu demi bisa menyampaikan aspirasinya ke Walikota Malang, Peni Suparto. Seperti pada aksi demo Jumat (23/9) lalu, Aremania mendapati orang nomer satu di kota Malang itu sedang berada di luar kota, dan belum jelas kapan kembali.

Alhasil, perwakilan Aremania meliputi Hendrik, Antok Bululawang, Achmad Gozali, Arif Gibas dan Iin Onoyid hanya diterima Parmin, Asisten II Sekda Kota Malang. Dalam kesempatan itu, Parmin menyampaikan, Peni berjanji akan memberi waktu untuk bertemu Arema sesampai di Malang, tanpa ada kepastian kapan harinya.

Seperti yang yang disampaikan kepada DPRD Kota Malang, Aremania meminta agar walikota mempertimbangkan kembali keputusan pihak HM Nur diperbolehkan menyewa Stadion Gajayana, sebagai home base Arema. Pasalnya, keberadaan HM Nur ditolak oleh Aremania.

"Selama ini, kami sudah berusaha meminta beliau (M Nur, Red) untuk bertemu dengan Aremania. Kami tidak menghendaki, Pak Nur mengelola Arema, ini bukan kepentingan pribadi saya dan teman-teman, tapi suara Aremania. Alasannya, Pak Nur pernah sembilan bulan menghilang tidak bertanggung jawab atas Arema disaat alami krisis finansial," terang Antok Bululawang, saat bertemu jajaran petinggi di Balaikota Malang, kemarin.

Usai di Balaikota, puluhan Aremania melanjutkan aksinya ke Stadion Gajayana, untuk ngluruk Dispora Kota Malang. Dengan menggunakan kendaraan bermotor, dan berorasi dengan media sound system, kedatangan mereka pun diterima Kadispora Kota Malang, Subari. Perwakilan Aremania pun menyampaikan poin-poin aspirasi yang sama seperti yang tersampaikan di balaikota. Mendengar Aremania akan demo, jajaran kepolisian dari Polres Malang Kota siaga sejak pagi kemarin.

"Mengapa sampai Dispora mengizinkan mereka menyewa Stadion Gajayana, padahal sudah jelas Arema ini berhome base di Stadion Kanjuruhan, sejak kapan mereka mulai mengajukannya?," tanya Iin Onoyid, perwakilan Aremania saat ditemui Subari.

"Tolong Dispora bisa meninjau kembali keputusan itu. Jangan sampai memberikan keputusan, hanya didasari dasar hukum atau peraturan terkait pengelolaan, tapi juga suara Aremania, kita semua tentunya tidak ingin terjadi kebelakangnya terjadi hal yang buruk, sebab Aremania menolak M Nur," lanjut Hendrik.

Sementara itu, Subari menegaskan, pihaknya tidak bisa memutuskan soal permintaan atau asprasi yang disampaikan Aremania.

“Terus terang, kami tidak bisa memberikan keputusan, aspirasi ini akan kami sampaikan ke Pak Wali (Peni Suparto, Red). Untuk penyewaan stadion, semuanya diperkenankan menyewa, jika sampai menolak, kita sendiri tentunya bisa melanggar peraturan pengelolaan,” terang Subari.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs