Akibat Marahi Anak, Ibu Dibacok Paman

Senin, 26 September 2011 - 16:19 WIB • Dibaca 143 kali

Foto: beritajatim.com

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Akibat memarahi anaknya sendiri, seorang ibu kena bacok paman ipar. Pelaku diduga tak tega melihat dua anak itu dimarahi ibunya. Habis membacok, pelaku langsung melarikan diri.

Baca Juga

Dari cerita Galih Yogi Diarta (21), sepupu korban yang rumahnya tepat dibelakang rumah korban, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 06.30 WIB, Senin (26/9/2011).

Saat itu, korban, Fuji Astuti (32), istri dari Angki Hindiyang, bermaksud akan mengantarkan kedua anaknya, Alsa dan Jopin masuk sekolah SDN yang tak jauh dari rumahnya. Kedua anaknya terus mendesak Fuji untuk segera diantar keseekolahnya karena ada Ujian Tengah Semester (UTS).

Sementara Fuji tak juga kunjung bergegas mengantarkan anaknya. “Karena anaknya minta segera, ibunya (Fuji) memarahi kedua anaknya. Saat korban marah-marah kepada anaknya, di dengar oleh pelaku,” katanya.

Pelaku, yakni Wihandoko (50), saat itu berada di rumahnya, disebelah rumah Fuji di Jl Tembesi No 14 Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen, Kota Malang.

“Mungkin tak tega embak Fuji marah pada kedua anaknya, Pak Wihandoko tak terima,” cerita Galih kepada beritajatim.com, ditemui di depan rumah korban setelah kejadian.

Saat itulah, pembacokan terjadi. Pelaku diketahui membacok korban dengan menggunakan celurit. Korban dibacok di rumah konban sendiri, tepatnya di ruang tamu. Dari pantauan beritajatim.com, di lantai ruang tamu, masih berceceran darah korban.

Korban dibacok tepat di pelipis mata kanannya. “Setelah pelaku membacok korban, pelaku langsung melarikan diri. Saat kejadian, para tetangga memang tidak ada di lokasi. Hanya pengakuan korban demikian,” aku Galih.

Setelah korban diketahui dibacok, para tetangga baru mengetahuinya dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Lavaltte, Kota Malang. Kini korban sedang menjalani perawatan di RS Lavalette.

Menurut galih, para tetangga tak mengira pelaku melakukan pembacokan. Karena selama ini, pelaku dikenal pendiam. “Dia pendiam. Kerjanya jualan mainan anak kecil ke sekolah-sekolah SD di Kecamatan Klojen itu,” katanya.

Menurut pengakuan korban, dirinya juga tak mengetahui apa kesalahan dirinya dibacok oleh pelaku. “Saya hanya marah kepada anak saya sendiri. Di tak terima saya marah ke anak saya, lalu dia membacoknya,” katanya sembari terbaring di ruang UGD.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat, masih terus memburu pelaku. “Sampai saat ini, kami masih terus memburu pelaku. Belum kami ketahui keberadaannya. Soal motif pembacokan, belum diketahui. Hanya data sementara, karena memarahi anaknya, pelaku tak terima,” kata Kapolsekta Klojen, Kompol Kartono.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs