Pasca Bom Solo, Malang Raya Siaga Satu

Senin, 26 September 2011 - 08:39 WIB • Dibaca 216 kali

Foto: malang post

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Wilayah Malang Raya dinyatakan berstatus Siaga Satu, pasca ledakan bom yang menewaskan satu orang di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Minggu siang kemarin.

Baca Juga

Kapolres Malang, AKBP Rinto Djatmono, mengatakan bahwa wilayah Kabupaten Malang dalam kondisi siaga satu.Seluruh anggota Polres Malang, termasuk anggota di jajaran Polsek yang tersebar di 33 Kecamatan, diminta untuk selalu waspada. Kegiatan patroli di beberapa obyek vital seperti Gereja atau fasilitas publik diminta lebih ditingkatkan. Bahkan, bila perlu pengamanan dilakukan selama 24 jam.

“Pengamanannya bisa dilakukan secara terbuka atau tertutup. Yang jelas seluruh anggota jajaran Polres Malang, kami minta untuk siaga satu. Jangan sampai nantinya kita lengah dan kecolongan," tegasnya kepada Malang Post kemarin.

Prosedur pengamanan di gereja dilakukan sesuai skala prioritas. Yaitu dengan memeriksa pengunjung yang masuk ke gereja serta memeriksa setiap sudut gereja, dengan menggunakan alat metal detector. Begitu juga dengan kendaraan yang masuk wilayah gereja.

Apakah diperlukan penembak jitu atau sniper? Perwira dengan dua melati di pundaknya ini, menyatakan bahwa terkait sniper itu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Jika memang kondisinya mendesak pasti akan kami turunkan. Yang jelas, Polres Malang sudah ada sniper khusus," ujarnya.

Rinto menambahkan, meski dinyatakan dalam siaga satu, namun dirinya meminta kepada masyarakat di Malang, khususnya Kabupaten Malang untuk tidak resah. Dia meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke kantor polisi terdekat jika memang ada orang asing yang dicurigai.

“Untuk menjaga keamanan ini, kami juga akan melakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Malang, dimana untuk ikut bersama menjaga kemanan wilayah Kabupaten Malang," tegasnya.

Pantauan Malang Post menunjukkan beberapa gereja di Kabupaten Malang kemarin langsung dijaga ketat oleh beberapa personil bersenjata lengkap. Seperti yang terlihat di Gereja GKJW Kepanjen, dimana dijaga ketat tiga petugas bersenjata lengkap.

Terpisah, Sutrijo, pendeta tamu asal GKJW Peniwen yang kemarin memimpin rapat di GKJW Kepanjen, mengaku sangat prihatin dan duka cita atas terjadinya ledakan bom bunuh diri itu. Sebab, suasana yang sebelumnya sudah tenang dan kondusif, kembali mencekam pasca terjadinya ledakan bom itu.

Namun demikian, dia juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang, khususnya anggota jemaat GKJW untuk tidak terpancing dengan ledakan bom yang baru terjadi. Itu karena sudah ada petugas keamanan (polisi) yang sudah mengamankan.

“Bahkan sebagai tokoh agaman, saya juga terus menyampaikan ajaran kepada para jemaat supaya tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan dampak negative yang membuat situasi bahaya bagi semua pihak," tutur Sutrijo.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota KBP Drs Agus Salim menyatakan sudah menyiapkan anggota, untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja yang ada di Kota Malang. Ada sekitar 200 anggota yang ditugaskan melakukan pengamanan.

“Seluruh fungsi kami libatkan, mereka melakukan pengamanan di gereja dan sekitar wilayah gereja," kata pria dengan dua melati di pundak ini.

Menurut Kapolres 200 anggota ini dibagi, masing-masing gereja akan dijaga sekitar 2-5 petugas, dengan model pengamanan terbuka dan tertutup. Pengamanan terbuka dilakukan di pintu masuk dan areal gereja. Menggunakan alat metal detector petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap para jemaat yang hendak masuk ke gereja, sedangkan di areal parkir petugas juga langsung melakukan pemeriksaan kendaraan dengan menggunakan mirror detector.

Bukan itu saja, Kapolres juga memerintahkan kepada anggotanya untuk memisahkan mobil jemaat yang kondisinya jelek dengan yang bagus. Hal ini dilakukan, lantaran pihaknya menganalisa jika pelaku terror hanya menggunakan mobil jelek saja sebagai sarana melakukan pengeboman.

“Selain melakukan pemeriksaan kendaraan di pintu gerbang, juga ada pemisahan kondisi kendaraan. Kendaraan yang jelek akan ditempatkan terpisah dengan kendaraan yang kondisinya bagus. Karena selama ini yang saya pelajari mobil atau kendaraan yang digunakan sarana pelaku pengeboman adalah mobil jelek saja," kata bapak tiga anak ini.

Bukan hanya itu saja, dalam melakukan pengamanan, pihaknya juga tidak bekerja sendirian. Dia juga meminta bantuan kepada para petugas gereja, baik pihak security, ataupun jemaat. Ini terkait identifikasi para jemaat yang masuk gereja. Sehingga jika ada orang tak dikenal masuk, maka itulah yang patut dicurigai.

“Kami tidak tahu masing-masing jemaat gereja, yang tahu adalah petugas atau jemaat masing-masing gereja. Dan jika memang ditemukan ada jemaat yang tidak dikenal, itulah yang akan terus diawasi," katanya lagi.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs