Siswa SDN Tlogomas II Diculik

Minggu, 25 September 2011 - 08:51 WIB • Dibaca 550 kali

Foto: malang post

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Mulai sekarang bekalilah anak Anda yang bersekolah di Sekolah Dasar (SD) untuk berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal. Kemarin, dua siswa SDN Tlogomas II menjadi korban penculikan.

Baca Juga

Meski berhasil lolos dari penculiknya, namun Bhista Dwi Putra, 6 tahun dan Bian, 6 tahun, temannya syok akibat kejadian itu. Apalagi, keduanya yang masih duduk di kelas I SD tersebut, selama tiga jam bersama penculiknya.

Bhista yang kemarin ditemui di rumahnya, Perum Oma Campus Blok FS/11 Malang terlihat masih diam. Anak kedua pasangan Dwi Martini, 36 tahun dan Catur Okto Dian, 37 tahun ini belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian yang menimpanya.

“Meski korban masih syok, kejadian ini menjadi atensi kami untuk mengungkap siapa pelakunya. Motifnya masih misterius," tutur Kapolsekta Lowokwaru, Kompol David Subagyo.

Penculikan ini sendiri, diketahui oleh Dwi Martini yang menjemput Bhista ke sekolah pukul 09.00. Sekitar 30 menit menunggu di depan gerbang sekolah, Bhista tidak kunjung menemui seperti biasanya.

“Saya langsung was-was karena biasanya ketika melihat saya datang menjemput, dia langsung berlari ke arah saya," kata Dwi Martini.

Saat itu, dia juga bertemu dengan Yuni, wali kelas Bhista yang dijawab bila Bhista masih main. Namun, kekhawatirannya makin memuncak setelah 30 menit kemudian, Bhista masih belum muncul.

“Saya lalu mencari ke sekeliling sekolah tapi tetap saja tidak ketemu. Saya baru syok ketika ada salah satu temannya yang melihat anak saya dituntun seorang

Laki-laki bertubuh tinggi besar dan dimasukkan mobil," lanjutnya.

Menurutnya, Bhista tidak sendirian, namun juga bersama Bian yang tinggal di Jalan Tata Surya Malang. Seketika itu, dia menghubungi Catur Okto.

“Saya ikut kaget dan meminta bantuan ke Polsek Lowokwaru dan beberapa petugas Polsek Dau yang saya kenal. Kami bingung dan panik. Apalagi ada siswa yang mengaku melihat anak saya dimasukkan ke dalam mobil," paparnya.

Dia pun mengaku juga ikut melakukan pencarian.

“Kami sudah mencari kemana-mana, termasuk menghubungi ke rumah saudara, Bhista tidak ada. Itu yang membuat saya makin panik," sambungnya.

Di tengah-tengah melakukan pencarian inilah, tiba-tiba HPnya berbunyi.

“Bhista menelpon kalau sudah ada di rumah. Kami pun lega dan kembali ke rumah," kata Catur Okto.

Masih menurutnya, kepulangan Bhista dan Bian itu setelah ditemukan salah satu wali murid yang satu kelas dengan Bhista. Dia melihat Bhista dan Bian berjalan kaki dan tampak kebingungan.

“Anak saya dan Bian pun diantar pulang. Saya berharap peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi, dan kami juga berharap untuk SDN Tlogomas II lebih waspada kepada para penjemput siswa," tandas dia.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : malang post
  • Dipublikasikan : Ahmad Taufik
x close
sdn tlogomas 2 berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs