Kota Malang Wakili Jatim di Lomba HIPPAM

Jumat, 23 September 2011 - 19:13 WIB • Dibaca 376 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

SURABAYA, MALANGRAYA.info – Sumber air Artesis Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) Kota Malang mewakili Jawa Timur dalam rangka lomba HIPPAM tingkat Provinsi.

Baca Juga

Di beberapa daerah di Malang kekurangan air dan terjadi kekeringan, namun hal itu tidak berlaku di RW 6 Kelurahan Sukun Kota Malang. Sumber air Artesis HIPPAM Tirta Anugerah di Kelurahan tersebut justru memiliki air yang melimpah dan bisa langsung diminum. Bahkan, pengelolaan sumber air minum mandiri tersebut pemanfaatannya diutamakan bagi warga miskin, dan saat ini sudah melayani sebanyak 171 warga prasejahtera, dari yang ditargetkan sebanyak 500 kepala keluarga. Warga yang mendapatkan air dari HIPPAM itu disebabkan tidak terlayani oleh PDAM.

Karena pengelolaan dan pemanfaatannya sangat baik, HIPPAM tersebut juga mewakili Jawa Timur dalam rangka lomba HIPPAM tingkat Provinsi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua HIPPAM Tirta Anugerah Sukun, Arif Adi Rendra, Jumat (23/9). Arif mengatakan, HIPPAM yang berdiri sejak 1,5 tahun lalu ini masih membutuhkan berbagai sarana tambahan.

“Di Pemkot Malang, ada 22 HIPPAM yang sudah terdata, akan tetapi HIPPAM di Kelurahan Sukun ini mepunyai keunggulan lebih, yaitu selain kualitas airnya bagus, penerimaan uang dari masyarakat untuk pembayaran HIPPAM akan dikembalikan pada masyarakat," ungkapnya.

Warga yang menggunakan jasa HIPPAM, jelas Arif, hanya dikenakan biaya penggunaan air saja, dan dari uang yang terkumpul nantinya akan dikelola kembali dan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana kampung, seperti halnya untuk perbaikan jalan yang ada di kampung.

“Tidak hanya itu, saat ini kami sedang mengumpulkan uang uang untuk membeli tanah yang nantinya akan kita bangun Taman Kanak-kanak (TK). Sedangkan Untuk menghitung tingkat konsumsi air oleh masyarakat, kami mengadopisi sistem yang digunakan PDAM yakni dengan menggunakan meteran air (water meter)," ujar Arif.

Adapun biaya yang dikenakan kepada masyarakat, kata dia, cukup bervariasi, tergantung dari tingkat konsumsi airnya.

“Misalnya untuk penggunaan 1-30 meter kubik air harganya Rp 1.000, 31-50 meter kubik Rp 1.500, penggunaan air 51-100 meter kubik harganya Rp 2.000, dan untuk penggunaan di atas 100 meter kubik, masyarakat dikenakan biaya Rp 5.000," ucapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Air Bersih Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang, Bambang Susilo mengatakan, bahwa Pemkot Malang hanya melakukan pemantauan dan evaluasi pada sistem HIPPAM di Kelurahan Sukun tersebut. “Untuk pengelolaanya kami serahkan sepenuhnya pada masyarakat, kami hanya memantau hal-hal yang teknis untuk membenahi kekurangannya," tuturnya.

“Dengan digelarnya lomba HIPPAM tingkat provinsi ini, kami berharap Kota Malang bisa menjadi pemenangnya, sehingga untuk selanjutnya kami bisa mengajukan pengadaan pemasangan tandon air baru yang lebih besar dari yang dimiliki saat ini," pungkas Bambang.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs