PT KAI Hapus Tiket Penumpang Berdiri

Jumat, 23 September 2011 - 09:17 WIB • Dibaca 2,700 kali

ILUSTRASI - Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero akan menghapus tiket penumpang berdiri mulai 1 Oktober 2011 mendatang. Di Stasiun Malang Kota Baru, aturan itu akan berlaku untuk Kereta Api (KA) jarak jauh yakni KA Matarmaja dan KA Malabar dan KA Tawangalun untuk KA jarak menengah. Kebijakan itu dilakukan demi kenyamanan penumpang utamanya ekonomi dan bisnis.

Baca Juga

Sri Winarto, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VIII menegaskan bahwa PT KAI akan serius menjalankan aturan itu. Kebijakan itu berdasarkan keputusan Direksi PT KAI (Persero) No CP/104. Di Stasiun Malang Kota Baru ada dua kereta api jarak jauh yakni Matarmaja (Malang-Jakarta) dan Malabar (Malang-Bandung) serta Tawangalun (Malang-Banyuwangi) untuk jarak menengah.

"Tiket berdiri dihapus dan tidak ada rencana menaikkan harga tiket, pemasukan PT KAI tidak akan terpengaruh," jelas Sri Winarto kepada Malang Post, kemarin.

Menurut dia, KA Matarmaja biasanya rangkaiannya terdiri dari tujuh sampai delapan gerbong. Saat aturan baru itu efektif berlaku 1 Oktober mendatang maka rangkaian akan ditambang hingga 10 gerbong. Satu gerbong kereta api bisa cukup untuk 106 penumpang dalam kondisi nyaman.

"Kereta api ekonomi lokal seperti Penataran kita masih toleransi 25 persen untuk penumpang berdiri, tapi KA jarak jauh tidak ada toleransi," ujarnya.

Agar tidak ada penumpang yang nrombol, PT KAI akan bersikap tegas dengan melakukan pemeriksaan di jurusan tertentu. Layanan ini memang diperuntukkan untuk mempernyaman para penumpang bertiket. Dipastikan pula tidak ada penumpukan penumpang di stasiun tertentu.

"Kami koordinasi antar stasiun, karena tiket bisa dipesan online sehingga kami tahu berapa penumpang yang masuk," imbuhnya.

Apakah kebijakan ini akan diikuti calon penumpang, menurut Sri Winarto hal itu yang akan diawasi. Sebab, PT KAI tidak memiliki kewajiban untuk sepenuhnya mengangkut para calon penumpang. Sebab masih ada angkutan lain yang bisa digunakan para calon penumpang untuk bepergian.

"Kita intensifkan pemeriksaan diatas kereta, yang kita eman itu penumpang yang bertiket," katanya.

Untuk kereta api bisnis, kata dia tiket bisa dipesan H-40 sebelum pemberangkatan kereta. Sedangkan untuk kereta api ekonomi, tiket bisa dipesan H-7 sebelum jadwal pemberangkatan. Selama kapasitas terpenuhi maka petugas tidak akan memperbolehkan penumpang lain masuk.

"Tiket kita pastikan tetap, untuk Matarmaja Rp 51 ribu dan Tawangalun Rp 21 ribu," tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
kereta matarmaja ka matarmaja kereta api matarmaja kereta malabar ekonomi kereta matarmaja 2014 matarmaja kereta berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs