Gugatan Warga Karangsuko Ditolak

Jumat, 23 September 2011 - 08:47 WIB • Dibaca 164 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Gutiarso, SH, akhirnya memberikan putusan sela atas gugatan pra-peradilan yang dilayangkan oleh H Surachman SH alias H Surahman, dengan termohon Polres Malang. Dalam putusan selanya pada sidang kedua kemarin pagi, Gutiarso yang bertindak sebagai hakim tunggal memutuskan bahwa permohonan pemohon tidak dapat diterima atau ditolak. Sebaliknya hakim menyatakan menerima eksepsi termohon.

Baca Juga

Dengan begitu maka secara tidak langsung, Polres Malang telah memenangkan sidang pra-peradilan dengan pemohon H Surahman, warga Desa Karangsuko, RT05 RW02, Kecamatan Pagelaran, yang menjadi tersangka dalam kasus pasal 378 jo 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

“Eksepsi kami diterima oleh majelis hakim, dan hakim sudah memberi putusan sela dengan menolak permohonan gugatan pemohon," ungkap Ipda Sutiyo, SH, Mhum, yang menjadi kuasa hukum Polres Malang bersama AKP Sugeng Hadi Prasetya, SH dan Brigadir Drs Moerdjiono, SH.

Menurutnya, hakim menolak permohonan pemohon H Surahman itu, dikarenakan permohonan pra-peradilan yang diajukan pemohon tidak termasuk materi obyek pra-peradilan seperti dimaksud dalam pasal 1 angka 10 jo pasal 77 jo pasal 95 jo pasal 97 KUHAP.

“Yaitu dengan jelas dan tegas bahwa praperadilan adalah wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan menutus menurut cara yang diatur dalam undang-undang, tentang sah atau tidaknya suatu penangkapan dan penahanan. Sah tidaknya penghentian penyidikan atau penuntutan. Dan permintaan gantu kerugian atau rehabilitasi," terang Sutiyo.

Sedangkan yang permohonan yang diajukan oleh pemohon justru menanyakan soal apakah ada kelanjutan tindakan hukum dari Polsek Gedangan lebih lanjut setelah dilakukannya pemeriksaan. Dan apakah diperbolehkan menurut hukum bahwa ada instansi pemerintah yaitu Polsek Gedangan dan Polres Malang, menangani kasus yang sama, pelapornya sama, terlapornya sama, dan sebab-sebab hukumnya pun sama.

“Padahal sebetulnya dalam kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan H Surahman itu, memang awalnya ditangani oleh Polsek Gedangan dan dalam perkembangannya diambil alih oleh Polres Malang. Sehingga sesuai dengan prosedur penyidikan Polri hal itu sah saja dan tidak ada masalah," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, H Surahman, melalui kuasa hukumnya Hari Supriyanto, SH dan Adi Pudjianto, SH, mengajukan gugatan pra-peradilan ke PN Kepanjen. Gugatan itu dilayangkan pasca ditangkapnya H Surahman oleh penyidik Reskrim Polres Malang terkait kasus penipuan dan penggelapan, yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, karena kasusnya sudah dinyatakan P21 atau sudah lengkap.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs