
Foto: malang post
BATU, MALANGRAYA.info – Kota Batu, Rabu malam lalu kedatangan musisi asal Yogjakarta, Sa’unine String Orchestra. Musisi yang memainkan berbagai alat gesek seperti violin, biola, cello, contra bass, dan beberapa peralatan musik lainya itu mengaktrasikan kemampuannya di Taman Alun-Alun.
Pertunjukkan itupun mendapat sambutan hangat dari warga, karena mereka sudah rindu dengan penampilan musisi-musisi menggunakan alat gesek ini. Apalagi komponis alat musik gesek kini mulai langka di negeri ini.
Tampak Walikota Batu, Eddy Rumpoko juga hadir menikmati alunan musik dari gesekan Biola dan Siulan pengunjung Alun-alun itu. Lagu-lagu yang dibawakan pun, sangat melekat dengan lagu-lagu daerah. Antara lain lagu ratusan tahun lalu yakni Lir-ilir ciptaan Sunan Kalijaga, Lelo Ledhung, Nina Bobo, Timang-timang, Upiak dan Tidurlah Intan.
Produser Sa’unine, N Nuranto menjelaskan, acara tersebut dikemas dengan Ngamen Tamasya 2011. Tujuan ngamen itu untuk mendekatkan diri antara musisi dengan masyarakat. Dia juga berobsesi membuat karya-karya yang baru, dengan menggali karya-karya musik Indonesia khususnya musik tradisional yang dulu tumbuh subur di daerah.
‘’Kami sudah ngamen keliling. Batu merupakan kota keenam yang kami singgahi, dan sebelumnya kami sudah melakukan hal yang sama di Bandung, Semarang, Solo, Salatiga dan Surabaya,’’ ungkap Nuranto.
Setelah di Kota Batu, Sa’unine yang didominasi oleh kalangan anak muda, dan sebagian besar dari ISI Yogyakarta ini, juga tampil di Kampus F Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Kamis sore kemarin. Anggota group ini, paling muda umur 17 tahun, dan yang tua berusia 54 tahun.
http://www.malangraya.info/2011/09/23/082808/5180/saunine-string-orchestra/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





