Petugas Sita Ratusan Rokok Ilegal

Rabu, 21 September 2011 - 10:32 WIB • Dibaca 336 kali

Foto: malang post

BULULAWANG, MALANGRAYA.info – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang dan Satpol PP Linmas Pemkab Malang menyita ratusan bungkus rokok ilegal, kemarin. Operasi gabungan itu berlangsung di Kecamatan Bululawang dan Kecamatan Wajak untuk menemukan rokok tanpa pita cukai. Petugas menyisir satu persatu toko, kemudian memberikan stiker peringatan rokok ilegal.

Baca Juga

Puluhan merek rokok ilegal yang diamankan petugas diangkut sebagai barang bukti (BB) di KPPBC. Beberapa merek rokok diantaranya halo mild, sinar new, super alami, wess, jaya alam, sifa, sumber biru, sinar A, salma mild, hero, tale jagat, jagat raja serta 7 G. Petugas juga mendapatkan rokok polos tanpa merek yang dihargai Rp 1.000/bungkus. Rokok jenis ini hanya dibungkus dengan plastik transparan.

Rokok sitaan petugas harganya mulai Rp 1.000 sampai Rp 3.000 sesuai dengan bentuk kemasan. Untuk rokok merek 7G misalnya, harganya Rp 1.000 perbungkus. Rokok jenis ini aromanya cukup kuat padahal sudah dibungkus plastik cukup rapat.

Operasi gabungan itu dilakukan secara berkala oleh Satpol PP dan KPPBC. Tahun lalu digelar di kawasan Malang Selatan. Untuk operasi kali ini, dua tim mulai bergerak ke lapangan sekitar pukul 09.00. Mereka menyisir toko di Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang.

Di Desa Kuwolu ada empat toko yang didatangi petugas, salah satunya adalah toko milik Soibin. Saat diperiksa, petugas menemukan sejumlah rokok ilegal (tanpa pita cukai). Saat ditanya, Soibin mengaku bahwa rokok itu adalah titipan dari sales yang datang ke tokonya.

"Saya tidak tahu kalau rokok seperti ini tidak boleh dijual, ini titipan sales. Saya hanya bayar yang laku saja," akunya.

Petugas kemudian mendata satu persatu merek rokok yang terdapat di toko dekat balai desa Kuwolu itu. Soibin sendiri menegaskan bahwa pihaknya tak mengalami kerugian akibat penyitaan tersebut. Justru dirinya menyalahkan sales yang mengirimkan rokok itu ke tokonya.

"Kita tidak rugi, tapi seperti ini kan jadi merepotkan penjual, ternyata jual rokok ini beresiko bagi penjual," ujarnya.

Setelah menyisir toko di Desa Kuwolu, tim kemudian bergerak menuju Desa Kasembon Kecamatan Bululawang. Di toko milik Misto RT 10 RW 2, juga didapati banyak rokok jenis polosan. Saat itu yang menjaga toko adalah istri Misto bernama Kiyem. Perempuan itu mengatakan bahwa rokok polos tersebut konsumennya adalah para petani.

"Nggih ingkang tumbas tiyang damel teng sabin-sabin niku mas," katanya.

Sama seperti di toko Soibin, Kiyem kemudian menandatangani berkas penyitaan dari petugas. Kiyem tak merasa rugi sebab rokok yang ada di tokonya diambil tanpa membayar. Artinya pembayaran dilakukan jika ada rokok yang laku ketika sales menyortir barang.

"Nanti kalau salesnya datang dan minta uang suruh ambil ke kantor Bea Cukai ya bu, ditunjukkan saja surat ini (surat sita)," ujar salah satu petugas diikuti anggukan Kiyem.

Di Desa Kasembon, hanya ada satu pemilik toko yang terlihat jengkel dengan kedatangan petugas. Yakni di Toko milik Sriani, yang sempat memprotes pengambilan rokok-rokok itu. Rupanya, Sriani terlanjur membeli sekitar 22 bungkus rokok ilegal dari sales dengan dana Rp 170 ribu sampai Rp 180 ribu.

Dari tempat itu, tim bergerak ke Desa Pringu Kecamatan Bululawang di toko Supriatin Jalan Raya Pringu 169. Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Pasar Wajak terutama di deretan toko-toko. Petugas mencatat rokok ilegal di masing-masing toko kemudian memberikan stiker peringatan kepada pemilik toko.

Striker yang diberikan berisi peringatan adalah poin penting UU nomor 34 tahun 2007 tentang cukai. Sesuai UU tersebut ada ancaman pidana kurungan minimal satu tahun dan maksimal 3 tahun. Itu berlaku bila ditemukan pelanggaran, diantaranya pita cukai bekas, produksi rokok polos, jual beli pita cukai bekas hingga pabrik tanpa izin.

"Operasi ini untuk menekan peredaran rokok ilegal, ditengarai ada perusahaan dengan modal kecil yang memproduksi rokok ilegal berbagai merek namun membeli cukai terbatas," urai Kabid Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum (Daltrantibum) R. Ichwanul M kepada Malang Post.

Lantaran memiliki cukai terbatas, kemudian pabrik seperti itu memproduksi rokok tanpa dilabeli pita cukai. Keinginan mereka agar rokok bisa murah sehingga mampu menembus pasar. Kata Ichwan sapaan akrabnya, kondisi seperti itu sudah terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

"Rokok ilegal ada di seluruh kecamatan, selain operasi dengan KPPBC, kita sudah beberapa kali mendeteksi peredaran rokok ilegal dengan melakukan operasi sendiri namun barang bukti kita serahkan ke KPPBC," pungkasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
rokok ilegal berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs