
ist
KLOJEN, MALANGRAYA.info – Sedikitnya 50 plasa di Jatim dipastikan mengikuti pagelaran East Java Shopping and Cultural Carnival (EJCC) 2011. Enam plasa diantaranya merupakan plasa besar yang beroperasi di Kota Malang dan Batu.
‘’EJCC digelar sebulan penuh dan dipusatkan di Malang. Selama masa EJCC semua plasa wajib memberi diskon minimal 70 persen bagi calon pembeli,’’ kata Drs Achmad Basuki MSi, Kabag Perindustrian dan Perdagangan Biro Perekonomian Pemprov Jatim usai rapat EJCC di kantor gubernuran, Senin siang.
Seperti pernah diberitakan diharian ini sebelumnya (MP, 15/10) guna memperingati HUT Pemprov Jatim ke 66, Kota Malang dipilih sebagai pusat penyelenggaraan festival belanja dan hiburan. Kegiatan yang dimulai 1 Oktober hingga 30 Oktober ini diprediksikan bisa terjadi transaksi minimal Rp 3 triliun.
Tidak hanya kalangan pengelola plasa saja yang menyatakan ikut ambil bagian dalam EJCC ini. Sebaliknya, juga diikuti Persi Jatim (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Jatim), Apkrindo Jatim (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia Jatim), Casa Grande Jatim (Asosisasi Hotel Bintang 3,4,5 dan Golf Jatim) serta Aprindo Jatim (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia Jatim).
Dikatakan dia, sesuai kesepakatan dalam rapat kemarin konsep yang akan diterapkan setiap pengunjung akan menikmati diskon sampai 70 persen. Selain itu akan mendapat harga khusus menikmati layanan seluruh hotel, padang golf, restoran dan rumah sakit.
‘’Tapi, diskon 70 persen di rumah sakit bukan untuk pengobatan atau penyembuhan penyakit. Tetapi, diskon diberikan jika pengunjung melakukan general check up,’’ ujarnya dengan menyebut jumlah rumah sakit yang ikut ambil bagian dalam even ini.
Digambarkan dia, meriahnya East Java Shopping and Culture di Malang Raya diharapkan bisa menyaingi Festival Shopping Surabaya (FSS). Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena masyarakat Malang Raya dikenal cukup gemar belanja, utamanya busana.
‘’Kami yakin HUT Jatim di Malang pasti meriah. Bahkan bisa melebihi meriahnya FSS di Surabaya. Sebagai kota besar kedua setelah Surabaya, perkembangan ekonomi dan masyarakat di Malang kian menunjukkan geregetnya,’’ katanya.
Ditambahkan dia, perkembangan pariwisata di Malang Raya diharapkan bisa menjadi daya tarik pengunjung dari luar negeri, untuk membeli paket-paket wisata di Malang. Karena secara bergelombang, panitia akan mendatangkan pengunjung dari Asean masuk ke Malang.
‘’Karena waktunya mepet, kami belum sempat koordinasi dengan semua negara. Tetapi, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Thailand menyatakan setuju datang ke Malang,’’ ungkapnya.
Ditambahkan Basuki, setiap plasa diwajibkan menampilkan kebudayaan masing-masing daerahnya. Karena itu, setiap plasa akan menyediakan panggung terbuka untuk dipergunakan areal kesenian dan budaya, yang digelar setiap malam selama EJCC.
http://www.malangraya.info/2011/09/20/092732/5024/diikuti-50-plasa-buyer-asean-masuk-malang/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





