Proyek Pengeboran Air Rp 1,4 M Mangkrak

Senin, 19 September 2011 - 09:23 WIB • Dibaca 250 kali

Foto: malang post

GEDANGAN, MALANGRAYA.info – Proyek pengeboran air bersih di Desa Gedangan Kecamatan Gedangan senilai Rp 1,4 Miliar mangkrak. Proyek tersebut merugikan Pemerintah Desa Gedangan senilai Rp 20 Juta untuk pembebasan tanah. Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Baca Juga

Proyek pengeboran di Desa Gedangan dilaksanakan dua kali. Pertama dikerjakan di Dusun Sumber Gesing RT 7 RW 9 pada 2009 lalu. Pelaksana proyek sudah mengebor sumur berkedalaman 180 meter, namun ternyata tidak ada air bersih yang keluar. Di lokasi itu, Pemerintah Desa setempat sudah terlanjur membeli tanah seluas 150 m2 untuk lahan sumur.
“Proyek itu dari Ristek (Kementerian Ristek) dan BATAN yang bertugas ngebor, di lokasi pertama ternyata gagal,“ ujar mantan Kades Gedangan Sayudi kepada Malang Post.

Sayudi paham benar soal proyek itu, sebab pelaksanaan pengeboran ketika dia masih menjadi Kepala Desa Gedangan. Menurut dia, setelah proyek pertama gagal kemudian dicari lokasi lain. Kali ini pengeboran dilakukan pelaksana proyek asal Surabaya di RT 5 RW 9 Dusun Sumber Gesing.

“Di lokasi pertama nilai proyek Rp 800 Juta lokasinya di sawah yang terlanjur dibeli Pemerintah Desa Rp 20 Juta, uang itu tidak diganti,“ imbuhnya.

Adapun di lokasi kedua, menurut Sayudi nilai proyeknya Rp 600 Juta dikerjakan tahun 2010 di atas tanah warga. Pengeboran kedua yang berlokasi di tengah pemukiman warga itu juga gagal total. Sebab setelah mengebor sampai kedalaman 120 meter ternyata air bersih tak kunjung keluar.

“Katanya mau ngebor lagi, sampai saat ini pompa dan panel listrik masih ditinggalkan di rumah saya,“ tegas suami Kades Gedangan Lianah itu.

Sementara, Kuwowo (Juru Air) Desa Gedangan Darmaji mengaku sudah melaporkan masalah itu ke Pemerintah Kecamatan. Sampai saat ini juga belum ada kejelasan mengenai proyek gagal tersebut. Padahal warga sudah menunggu realisasi proyek lantaran desa itu tergolong sulit air.

“Sudah kita laporkan ke pihak kecamatan mas, dulu desa mendukung bahkan sampai beli tanah karena yakin proyek itu akan mengatasi masalah air bersih di desa,“ akunya.

Warga Dusun Sumbergesing, Kasiyani mengaku bahwa selama ini warga kesulitan air bersih. Di kampungnya, untuk mengambil air bersih warga harus rela berjalan kali sejauh satu kilometer. Sehingga warga berbahagia ketika ada bantuan air bersih, seperti program PDAM Kabupaten Malang.

Terpisah, Direktur Umum PDAM Kabupaten Malang H. Syamsul Hadi menegaskan bahwa proyek pengeboran harusnya didahului dengan Detail Engineering Design (DED). Contohnya proyek PDAM selalu diawali dengan DED sehingga bisa dipastikan keberhasilannya.

“Kalau PDAM tidak asal-asalan, kita selalu dahului dengan DED,“ katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs