KH Mansyur Jabat Rais Syuriah PCNU Kab Malang

Senin, 19 September 2011 - 09:08 WIB • Dibaca 426 kali

Foto: malang post

BULULAWANG, MALANGRAYA.info – Pemilihan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Malang berlangsung alot di Ponpes Roudlotul Muhsinin Al Maqbul-Jalan Raya Kuwolu, Bululawang, kemarin. Pemilihan berlangsung dalam dua tahap, lantaran suara terbanyak pada pemilih pertama tidak memenuhi 50 + 1. Akhirnya, KH. Moh Mansyur Pengasuh PPAI An-Nahdliyah – Jln. Raya Kepuharjo 18 A Karangploso terpilih sebagai Rais Syuriyah hingga tahun 2015.

Baca Juga

Pemilihan Ketua Rais Syuriyah PCNU tersebut berlangsung sangat tertib dan hati-hati. Panitia mengabsen satu persatu pemilik hak suara untuk masuk ke area konferensi di halaman belakang Ponpes Raudlotul Muhsini Al Maqbul. Peserta masuk area sesuai dengan rombongan dimulai dari MWC serta diikuti Ranting.

Untuk pemilihan Rais Syuriyah, yang berhak memberikan suara adalah Rais dari MWC sebanyak 33 dan Rais Ranting berjumlah 390 sesuai jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Malang. Mekanisme serupa juga digunakan untuk pemilihan Tanfidliyah PCNU Kabupaten Malang. Rais Syuriyah Demisioner dan Ketua PCNU Demisioner masing-masing memiliki satu suara untuk posisi lamanya.

Pada tahap pertama, KH Mansyur memperoleh 150 suara, KH. Muhammad Dahlan Ghoni 111 suara, KH Ahmad Farihin Muhsan 94 suara dan KH Maftuh Said 49 suara. Pada tahap itu ada suara tidak sah yang memilih nama Bibit Suprapto dan tentu tidak sah karena tidak memenuhi syarat untuk pencalonan berikutnya.

Tahap pertama dimulai sejak pukul 16.00, sempat break saat Magrib dan lanjut hingga sekitar pukul 19.00. Pada tahap kedua, KH Mansyur kembali memenangkan pemilihan bahkan suaranya melejit. Hasil akhir pemilihan Rais Syuriah NU Kabupaten Malang, KH Mansyur 200 suara, KH Muhammad Dahlan Ghoni 130 suara, KH Ahmad Farihin Muhsan 77 suara dan abstain sembilan suara.

Dalam pemilihan tersebut, PWNU Provinsi Jawa Timur menunjuk KH Ahmad Farihin selaku Wakil Katib PWNU. Selain KH Farihin, Sekretaris PWNU Provinsi Jawa Timur Mashudi Muchtar juga menjadi pimpinan sidang. Pasalnya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar tak bisa menghadiri konferensi tersebut.

“Saya kira karena suara sudah quorum maka pemilihan akan kita mulai, sebelumnya pengurus cabang demisioner agar naik dan menyatakan demisioner kepada pemberi mandat," pinta Sekretaris PWNU Mashudi Muchtar.

Sementara itu, sebelum pelaksanaan pemilihan, KH Ahmad Farihin Muhsan memberikan beberapa pesan kepada para peserta dan calon. Kiai asal Singosari itu menegaskan bahwa konferensi merupakan hasil dari konferensi sebelumnya di Karangploso lima tahun lalu. Diharapkan agar calon yang terpilih menjalankan amanah dan para peserta memilih sesuai aturan syari.

“Kalau Gus Mad (KH Muhammad Dahlan Ghoni) terpilih maka itu adalah amanah, kalau MWC yang terpilih ya itu juga amanah. Menjadi Rais itu berat karena tidak ada bayaran dan tanggung jawab di akhirat besar," pesannya.

Dia juga mengingatkan warga Nahdliyin bahwa ke depan peran NU harus diteguhkan. Utamanya tujuan dari pendirian NU terkait adanya gejolak wahabisme. Menjadi kewajiban ulama adalah menghilangkan akidah yang tidak sesuai.

“Jangan mudah diombang-ambingkan kelompok antih mazhab. Di Indonesia, mazhab Safii banyak, tak perlu galau dengan ucapan anti mazhab," pesannya.

Selain itu, dia juga berpesan agar dalam pemilihan semuanya melaksanakan dengan tertib. Agar tidak Islam dan Nahdlatul Ulama tidak terganggu kepentingan orang per orang.

“Siapa yang dipilih dan terpilih nanti akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT," katanya.

Adapun suasana pemilihan berlangsung dengan hati-hati dan tranparan. KH Muhammad Dahlan Ghoni yang duduk di depan selalu disalami peserta usai memilih. Pelaksanaan pemilihan didahului pembukaan kota suara oleh Banser dan panitia. Pemilihan itu menggunakan kotak suara dan bilik suara milik KPU Kabupaten Malang.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, pemilihan calon Ketua Tanfidziyah masih berlangsung di Ponpes. Berkaca dari pemilihan sebelumnya, proses pemilihan biasanya berlangsung sampai dinihari. Calon yang menguat masih Bibit Suprapto, Syaiful Effendi, Ketua Panitia Konfercab yang juga mantan Kepala Kemenag Pasuruan.

“Ya yang menguat hanya dua nama Pak Bibit dan Pak Syaiful Effendi, tapi teman-teman ada yang sudah pindah ke Pak Bibit mas," aku seorang utusan dari MWC kepada Malang Post sebelum pemilihan.

Yang rentan membuat pemilihan berlangsung panjang adalah adanya aturan bahwa Tanfidziyah harus mendapat persetujuan dari Rais Syuriyah terpilih. Menurut salah satu pengembira Konfercab, kondisi ini bisa menimbulkan perdebatan. Khawatirnya, nanti Rais yang terpilih tidak menyetujui Ketua PCNU yang dipilih dalam konfercab.

“Itu yang bisa menimbulkan persoalan, semoga saja Rais juga sepakat dengan pilihan dari konfercab," kata warga Nahdliyin itu saat berbincang dengan Malang Post.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : malang post
  • Dipublikasikan : Iwan Kurniawan
x close
pc nu kab malang pcnu kab malang pcnu kabupaten malang berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs