Sedang Olahraga Pagi, Dijambret

Senin, 19 September 2011 - 08:31 WIB • Dibaca 99 kali

ILUSTRASI - Gambar: okezone.com

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Harga emas yang semakin melonjak, membuat jambret 'berburu' mencari mangsa. Buktinya, sekitar pukul 05.00 kemarin, Supiah, 62 tahun, warga Jalan Gajayana Gang VI Malang menjadi korbannya. Kalung emas seberat 25 gram ditarik paksa hingga dia terjatuh tak jauh dari rumahnya.

Baca Juga

Selain perhiasan senilai jutaan rupiah ini lenyap, Supiah juga harus dilarikan ke IRD RSI Dinoyo karena mengalami cedera di kepalanya. Hingga berita ini diturunkan, dia masih menjalani perawatan.

Informasi yang dihimpun, seperti biasa, nenek tujuh cucu ini berolahraga, jalan kaki dari rumahnya menuju pertigaan Swalayan Sardo.

"Ibu memang terbiasa jalan pagi. Tidak jauh-jauh, paling sampai ke Sardo kemudian pulang lagi," kata Yati, salah satu menantu korban. Saat masuk ke Gg VI, Supiah mengetahui ada seorang pemuda berjalan di belakangnya.

"Saat itu, ibu sama sekali tidak curiga, dan tetap berjalan seperti semula," lanjutnya.

Langkah wanita ini baru berhenti ketika pemuda itu memanggilnya. Pria yang berpostur tinggi besar ini, menanyakan alamat seseorang di daerah tersebut. Belum sempat dijawab oleh Supiah, penjambretan itu terjadi. Kalung emas yang dipakainya langsung ditarik sambil berputar cepat ke belakang tubuh Supiah. Kaget dengan perbuatan pemuda ini, Supiah pun berusaha mempertahankan kalungnya ini dengan sekuat tenaga. Dia juga berteriak minta tolong.

Saat itulah, pelaku panik dan dengan kuatnya, kalung itu ditarik keras. Imbas dari hentakan keras ini, tidak hanya kalung lepas namun tubuhnya juga terjerembab cukup kuat ke aspal.

“Saat jatuh, ibu sempat melihat pelaku berlari mengambil motornya yang diparkir di depan rumah pak Untung, warga sekitar. Setelah itu, dia menjemput dua temannya yang menunggu di sebelah Masjid Sirotul Jannah dan kabur," papar Yati.

Semula kondisi Supiah normal. Wanita renta ini, sempat berdiri ketika tetangganya memberikan pertolongan. Bahkan Supiah juga sempat menceritakan kronologi kejadian itu kepada tetangga dan anak-anaknya yang datang.

"Namun, selang dua jam kemudian, ibu mertua saya muntah-muntah. Kami pikir ibu masuk angin. Tapi ketika ibu mengeluhkan pusing serta sakit di bagian kepalanya, baru kami sadar dan membawanya ke rumah sakit," pungkasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs