Siswa SDN Jabung Keracunan Massal

Minggu, 18 September 2011 - 10:20 WIB • Dibaca 172 kali

Foto: malang post

JABUNG, MALANGRAYA.info – Keracunan massal kembali terjadi. Kali ini menimpa siswa SDN III Gunungjati, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Pagi kemarin puluhan siswa mengalami pusing, mual dan muntah, setelah mengonsumsi susu kotak merek Smarrtivo, yang dijual pedagang musiman di depan sekolah tersebut.

Baca Juga

Meskipun tidak parah, namun keracunan ini membuat pihak sekolah panik. Terlebih dari puluhan siswa yang mengalami mual dan pusing, tujuh diantarannya juga disertai dengan muntah-muntah. Imbasnya, pihak sekolah pun harus memanggil petugas kesehatan desa, untuk melakukan pemeriksaan terhadap tujuh siswa yang kondisinya terus melemah tersebut.

Kondisi ketujuh siswa ini sedikit membaik setelah pihak sekolah memberikan air kelapa muda untuk diminumkan. Sekalipun tidak sembuh 100 persen, namun kondisi tujuh siswa ini juga tidak mengkhawatirkan. Hanya saja, pihak sekolah tetap was-was, sehingga ke tujuh siswa yang sempat parah itu dipulangkan lebih awal untuk beristirahat di rumah.

Tujuh siswa tersebut masing-masing, Teguh Rozikin, Arif Gunandar Ikrisniati Jelita Wahyudi, Isnaini, keempatnya adalah siswa kelas 5, Mohammad Ilmi, siswa kelas 4,Heri Cahyono, siswa kelas 3 dan Natasya siswa kelas 1.

Isnaini salah satu korban keracunan menceritakan pagi itu dia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 06.30. Saat itu dia tidak berangkat sendirian tapi bersama Renita temannya. Berjalan kaki Isnaini dan Renita menuju ke sekolahnya yang berjarak 250 meter dari rumahnya.

Sampai di depan pintu gerbang sekolah, Isnaini melihat ada orang menjual susu. Hal ini membuat Isnaini dan Renita tertarik, apalagi saat itu susu kotak ukuran 125 mililiter tersebut dijual dengan harga sangat murah yaitu Rp 500 perkotak. Responnya, begitu meletakkan tasnya di kelas, Isnaini dan Renita pun kembali keluar, untuk membeli susu.
Semula Isnaini sempat heran, pasalnya susu kotak produksi real good ini tidak disertai sedotan, melainkan penjual melubangi dengan bullpen. Namun begitu, rasa heran itu mengalahkan keinginannya mengkonsumsi susu rasa coklat tersebut.

“Tadinya heran, penjualnya tidak memberikan sedotan, tapi melubangi susu dengan bullpen kemudian diberikan kepada kami," kata Isnaini yang seketika itu meminum susu seharga Rp 500 tersebut.

Tidak hanya Isnaini yang membeli susu tersebut. Namun hampir seluruh siswa yang bersekolah di SDN Gunungjati III juga membeli. Bahkan beberapa diantarannya ada yang membeli lebih dari satu kotak.

15 menit setelah menkonsumsi susu tersebut Isnaini mengalami pusing, dan perutnya mual. Putri kedua pasangan Sunarto, 46 tahun, dan Sukemi, 31 tahun ini pun curiga kalau dia keracunan susu, apalagi selain dia beberapa teman lainnya juga mengalami hal yang sama. Tak pelak, Isnaini pun mendatangi kantor guru, dan melaporkan kejadian itu kepada Siti Fatimah, salah satu guru di SDN tersebut.

“Saya bilang banyak siswa yang mual dan pening, setelah mengkonsumsi susu," kata Isnaini lagi.

Dalam kondisi bingung Fatimah pun langsung mendatangi para siswa, selanjutnya melapor ke Sumarno, Kepala Sekolah SDN III Gunungjati, Jabung. Mendengar anak didiknya keracunan Sumarno pun sigap. Dia menyuruh pesuruh sekolah untuk membeli kelapa muda dan memberikan airnya kepada para siswa yang keracunan.

Sementara para siswa yang parah mendapatkan perawatan, Sumarno juga meminta para siswa lainnya mengumpulkan kotak susu. Bahkan, pria renta ini juga meminta siswa untuk tidak mengkonsumsi susu yang sudah dibelinya itu.

“Ada beberapa anak yang belum sempat meminum susu itu, dan langsung dikumpulkan, untuk kemudian dijadikan barang bukti pihak kepolisian," terang Sumarno.

Sementara itu, petugas Polsek Jabung yang mendapat laporan terkait keracunan massal inipun seketika mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan. Beberapa saksi dan korban pun dimintai keterangan terkait penjual susu tersebut. Menurut beberapa saksi penjual susu itu tidak datang setiap hari. Dan kemarin merupakan kali pertama pedagang susu itu datang ke SDN III Gunungjati.

Menurut keterangan para saksi pedagang membawa motor, dilengkapi obrok di belakangnya. Dan susu yang dijual tidak ditata secara vulgar melainkan berada dalam kardus yang diletakkan diatas obrok.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait pedagangnya," terang Kapolsek Jabung AKP Yatmo kemarin. Yatmo sendiri menyesalkan pihak sekolah yang terlambat memberikan laporan. “Kejadiannya jam 07.30 namun kami baru mendapat laporan pukul 09.30. Namun begitu kami tidak akan putus asa, kami akan mencari penjual susu tersebut," kata Yatmo.

Sementara kotak susu yang kemarin diamankan jumlahnya sekitar 30 kotak. Masing-masing 20 kotak kosong, dan 10 masih ada isinya. Menariknya, dari kotak itu terlihat jika kadaluarsa susu habisnya 12 Januari 2012. Hanya saja, tulisan tersebut dapat dihapus. Diduga susu tersebut sudah kadaluarsa.

“Kami masih menyelidiki, dan kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam masalah ini," urai Yatmo.

Terkait dengan penjualnya, petugas juga mendapat informasi jika satu hari sebelumnya pedagang tersebut juga menjual susu di depan SDN I dan II Gunungjati. Namun begitu dia hanya satu hari saja berjualan. Termasuk kemarin, petugas juga mendengar setelah menjual di depan SDN III Gunungjati penjual langsung berjualan di daerah Blandit, Dengkol, Singosari.

“Beberapa saksi sudah kami periksa, dan kami juga berharap kerjasama masyarakat untuk memberikan informasi, jika penjual susu itu kembali berjualan," tandasnya.

Sementara Sumarno mengatakan kendati sempat terjadi keracunan massal, namun nyatanya aktifitas belajar mengajar sama sekali tidak terganggu. Itu karena siswa yang tidak keracunan tetap berada di sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Untuk siswa yang tidak keracunan tetap masuk seperti biasa dan pulang sesuai dengan jamnya," katanya.

Pria yang di rumahnya juga memiliki usaha toko bangunan ini juga mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. Dia berharap ini merupakan yang pertama dan terakhir kalinya terjadi.

“Saya sudah memperingatkan kepada anak-anak untuk selalu berhati-hati saat mengkonsumsi makanan, dan semoga kejadian ini tidak terulang," tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs