Pengeroyokan Pengunjung D’Lounge

Ganggu Waitress, Ditegur Malah Nantang

Sabtu, 17 September 2011 - 08:30 WIB • Dibaca 159 kali

ILUSTRASI

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Tidak salah kalau satpam Mall Olympic Garden (MOG) tergerak untuk melakukan pengamanan, bila ada pengunjung Café D'Lounge yang ada di mall itu melakukan perbuatan tidak terpuji. Kepada penyidik Polres Malang Kota, keempat satpam yang dijadikan tersangka, mengaku pengeroyokan itu dilatarbelakangi sikap ketiga korban yang dianggap mengganggu kenyamanan di tempat tersebut.

Baca Juga

“Para korban itu, dikatakan para tersangka menantang ketika ditegur. Bahkan, salah satu korban ada yang mengancam akan melempar botol ke arah satpam," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Anton Prasetyo.

Lantas apa alasan satpam menegur? Mantan Kanit SPK Polres Makasar Timur ini menjelaskan, satpam menegur ketiga korban tersebut, setelah salah satu petugas keamanan pertokoan MOG itu mendapat pengaduan dari salah seorang waitress (pelayan wanita) yang bekerja di Café D'Lounge. Waitress yang identitasnya dirahasiakan ini, menghubungi salah satu satpam melalui ponsel. Dia mengadukan ketiga korban itu yang terus menggoda dan merayunya.

“Tak lama setelah mendapat pengaduan waitress itu, datang empat orang satpam yang langsung menghampiri ketiga korban yang waktu itu sedang duduk. Keempat satpam itu, menegur ketiga korban supaya tidak mengganggu para waitress," papar Anton.

Namun, teguran penjaga keamanan itu justru membuat salah satu korban emosi. Dengan nada menantang, dia mengancam akan melempar botol minuman ke arah saptam. Mungkin karena takut kewalahan, keempat satpam itu lalu pergi. Mereka menghubungi beberapa satpam MOG lainnya.

Selang sekitar lima menit kemudian saat ketiga korban usai membayar di kasir itulah, datang sekelompok satpam yang langsung melakukan penyerangan terhadap korban. Diantaranya adalah Deni Marantika, 22 tahun, warga Jalan Gadang III, Sukun. Teguh Wahono, 37 tahun, warga Jalan Sidodadi, Kepanjen. Dri Yuwono, 25 tahun, warga Jalan Kepodang, Sukun. Dan Santoso, 37 tahun, warga Jalan IR Rais XIV, Sukun.

“Dari empat satpam itu, yang berperan melempar kursi Deni Marantika. Dri Yuwono memukul korban dengan tongkat T. Sedangkan Teguh Wahono dan Santoso, memukul dengan tangan kosong," ujar Anton.

Bagaimana dengan dugaan adanya oknum anggota TNI yang terlibat ? Secara tegas, Anton mengatakan bahwa itu tidak benar. Dari semua saksi yang diperiksa, sama sekali tidak membenarkan adanya oknum TNI.

“Untuk sementara ini, memang baru empat orang satpam saja yang kami jadikan tersangka. Namun, tidak menuntut kemungkinan nantinya ada tersangka lain, karena saat ini proses penyelidikan masih berlangsung," tuturnya.

Seperti diketahui, Selasa (13/9) malam, tiga pengunjung café D'Lounge di MOG, babak belur. Yaitu Taufik Abu Bakar, 29 tahun, warga Perum Griyashanta I Malang, Kadir, 53 tahun, warga Jalan Pulosari Gg I Malang dan Davi, 38 tahun, warga Jalan Ijen Malang.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : malang post
  • Dipublikasikan : mqh
x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs