Sam Ikul Bantah Klarifikasi Sudarmadji

Kamis, 15 September 2011 - 18:41 WIB • Dibaca 203 kali

Foto: beritajatim.com

SUKUN, MALANGRAYA.info – Mantan Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setiawan menegaskan dalam realese yang dikirim Media Officer Arema Sudarmadji, ketika terjadi perpindahan Bentoel menjadi milik BAT dan Bentoel tidak lagi bisa mengelola Arema, pihaknya menyerahkan Arema kepada publik. Sebagai wakil publik, Arema oleh Bentoel diserahkan kepada Rendra Kresna dan Iwan Kurniawan.

Baca Juga

Hal tersebut sangat ditentang oleh pendiri Arema, Lucky Acul Zainal atau yang karib disapa Sam Ikul. Kepada wartawan, di rumahnya, Kota Malang, Kamis (15/9/2011), Sam Ikul ingin meluruskan beberapa hal, soal realese yang dikeluarga Media Officer Arema, Sudarmadji.

Dalam UU, sebuah Yayasan tak bisa dibeli. Sejak dulu, semuanya hanya proses pergantian pengurus atau yang penangani Yayasan Arema. “Prinsipnya seperti itu. Berbeda dengan perusahaan. Memang sama-sama sistem saham, tapi bedanya kalau Yayasan tak bisa dijual,” jelasnya.

Yayasan, katanya, tetap bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya. Itu prinsipnya. “Itu kondisi saat itu,” katanya.

Kemudian, ketika PT Bentoel melepaskan diri dari tugas dan tanggungjawabnya, para pendiri Arema, kemudian muncul. “Saat itu, masih ada Pak Darjoto, sebagai pembina Yayasan Arema. M Nur ditunjuk sebagai Ketua Yayasan Arema,” terangnya.

Sementara untuk PT Arema Indonesia, jelas Sam Ikul, dirinya tak pernah minta saham. “Kalau ada yang mengatakan saya minta saham, saya tak pernah minta. Saya dikasih saham senilai 7 persen dari saham yang ada,” katanya.

Karena, kata Sam Ikul, diberi saham dia menerima saja. Pemberian saham tersebut adalah amanat yang harus dijaga. “Saya tak bisa tolak. Mengapa saya diberi saham, jangan tanya saya. Tapi tanya pada yang memberi,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Sam Ikul, Darjoto saat itu, juga angkat kaki dari jabatannya sebagai Pembina Yayasan Arema. Lalu, terjadi kekosongan. Saat itu juga, Rendra sudah mengajukan surat pengunduran diri.

Sam Ikul meminta, kalau Rendra tak pernah mengundurkan diri, tolong buat pernyataan bahwa tak pernah mundur sebagai Bendahara Yayasan Arema. “Hal ini agar masalah Arema tak berlarut-larut. Tidak hanya ramai di media,” katanya.

Segera mungkin, katanya, Rendra membuat surat pernyataan bahwa tak pernah mengundurkan diri dari Bendahara Yayasan Arema. “Saya minta secara resmi, bukan hanya lisan. Tujuannya, agar tak membuat bingung masyarakat. Yang saya tahu, Rendra sudah mengundurkan diri dari Bendahara,” katanya.

Sam Ikul meminta kejelasan jabatan Rendra Krisna di Arema. Apa sebagai Ketua Yayasan? Bendahara Yayasan? atau Presiden Kehormatan Arema? “Ini yang membuat ruwet dan tak terus berlarut-larut,” tegas Sam Ikul dengan nada lantang.

Sam Ikul juga menegaskan, bahwa dirinya tak mau dikatakan ikut kubu ini dan itu. “Saya adalah pemilik saham yang sah. Saya sebagai pendiri Yayasan, wajib untuk mengawasi kondisi Arema,” katanya lantang.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs