Sidang Tipiring PSK Berakhir Dramatis

Kamis, 15 September 2011 - 18:36 WIB • Dibaca 329 kali

Foto: detik.com

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Sidang digelar Pengadilan Negeri Kepanjen dalam kasus Tindak Pidana Ringan (Tipiring) berakhir dengan dramatis, Kamis (16/9/2011) siang. 8 Pekerja Seks Komersial (PSK) menjadi terdakwa berbalik menuntut majelis hakim memberi keringanan hasil keputusan.

Baca Juga

Majelis Hakim Supriyanto mengganjar wanita penghibur itu dengan denda sebesar Rp 75 ribu atau hukuman kurungan penjara selama 5 hari.

“Kami putuskan para terdakwa membayar denda sebesar Rp 75 ribu per orang atau hukuman 5 hari,” ujar Supriyanto seraya mengetuk palu.

Mendengar keputusan itu, para terdakwa langsung melayangkan protes, dengan alasan tak memiliki uang sebesar itu.

“Jangan segitu pak, kami tak punya uang,” ujar SW (45), salah satu terdakwa seraya beranjak dari tempat duduknya.

Perkataan SW tak digubris hakim yang langsung membalas bahwa dirinya telah memutuskan perkara ini. “Tidak bisa, sudah saya putuskan. Kalau gak mau silakan menjalani hukuman 5 hari,” tandas Supriyanto seraya berlalu.

Sikap hakim kembali diprotes delapan wanita mayoritas paruh baya itu, dengan mengatakan, tak semuanya memiliki uang sebesar itu. “Kalau yang punya hanya tiga orang gimana pak,” teriak terdakwa tanpa mendapat tanggapan dari hakim.

Delapan PSK ini harus tetap membayar uang denda, meski harus menunggu utang dari temannya. Untuk menghindari hidup di balik jeruji besi selama 5 hari.

Sebelumnya para wanita ini mengaku, nekat menjajakan diri karena beban ekonomi keluarga. Bahkan ST (50), nekat melacur hanya untuk melunasi utang suami, setelah tewas bunuh diri.

“Saya lunasi utang suami yang menumpuk, setelah bunuh diri,” ujar wanita asal Singosari Kabupaten Malang, di hadapan sidang.

Hal senada diungkapkan 7 PSK yang dijerat tipiring. Mereka hanya menginginkan sesuap rezeki dari pekerjaan haram itu. “Semua untuk hidupi keluarga pak,” kata Dwi kepada majelis hakim.

Dalam menjalankan pekerjaannya, para wanita ini mematok harga sebesar Rp 20 ribu sekali kencan dengan lelaki hidung belang. Tapi Rabu (15/9/2011) dini hari mereka tertangkap razia yang digelar jajaran Polsek Singosari.

“Mereka (terdakwa,red) kami tangkap saat mangkal di Jalan Raya Randuagung,” terang Kanit Samapta Polsek Singosari AKP Made Suardhana secara terpisah.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

  • Sumber : detik
  • Dipublikasikan : Joni Wijaya
x close
tipiring berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs