Mayoritas Travel Melanggar Aturan

Kamis, 15 September 2011 - 10:02 WIB • Dibaca 4,399 kali

ILUSTRASI - Foto: malang post

BLIMBING, MALANGRAYA.info – Insiden kecelakaan PO Sumber Kencono versus Isuzu Elf berbuntut panjang. Setelah menjadi sorotan publik dan media massa selama beberapa hari terakhir, Gubernur Jatim Sukarwo ikut kebakaran jenggot dan buru-buru mengeluarkan surat rekomendasi kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) perihal pencabutan trayek Sumber Kencono.

Baca Juga

Menariknya, Isuzu Elf yang bertabrakan dengan bus bernopol W 7181 UY ternyata adalah kendaraan milik agen perjalanan (travel) Nusantara Jaya yang berplat hitam. Padahal, haram hukumnya bagi travel agent untuk menggunakan mobil plat hitam sebagai pengangkut penumpang, apalagi menarik biaya.

Selain melanggar aturan, penggunaan mobil yang tidak sesuai dengan peruntukannya, perlindungan penumpang angkutan travel jika terjadi kecelakaan juga tidak jelas.

Untuk kendaraan angkutan umum yang berplat kuning sudah jelas aturannya. Dari setiap ongkos tarif yang dibayarkan sudah termasuk premi Jasa Raharja yang dibayarkan melalui perusahaan yang bersangkutan. Jika menaiki kendaraan plat hitam perlindungan penumpang tidak jelas, karena tidak ada premi Jasa Raharja yang dibayarkan kepada Jasa Raharja.

"Untuk mana saja travel yang memiliki izin atau tidak atau yang menggunakan plat hitam atau kuning masih sulit kami deteksi. Karena perizinan travel tidak dikeluarkan Dishub Kota Malang, tapi ada di Dishub Provinsi Jatim," kata Kabid Angkutan Dishub Kota Malang, Agoes Moeliadi kepada Malang Post, kemarin.

Sesuai dengan aturan perundangannya, kendaraan yang digunakan travel harus menggunakan plat kuning seperti angkutan orang lainnya. Karena tujuan travel antar kota dalam provinsi dan ada juga yang antar kota antar provinsi, perizinannya di lakukan di Provinsi Jatim.

Akibatnya, Dishub yang ada di Kota Malang tidak memiliki data perusahaan travel resmi yang ada di Kota Malang beserta armadanya. Karena, tidak ada data atau tembusan dari provinsi tentang travel-travel yang memiliki izin dan jumlah armadanya.

"Kami kesulitan kalau mau melakukan penertiban travel-travel yang ada di Malang karena tidak ada data yang kami miliki. Karena semua datanya ada di Dishub Provinsi Jatim," terangnya.

Terkait dengan ultimatum Menteri Perhubungan terhadap travel plat hitam, Dishub Kota Malang siap menindaklanjutinya dengan melakukan penertiban. Hanya saja, Dishub Jatim masih menunggu istruksi dan data-data dari Dishub Jatim untuk melakukan penertiban terhadap travel plat hitam.

Untuk melakukan penertiban itu Dishub tidak sendiri. Dishub akan menggelar operasi gabungan bersama Polisi, Satpol PP, Denpom dan juga Kodim. Pasalnya, petugas Dishub tidak dapat menghentikan kendaraan di jalan, kecuali di terminal.

“Untuk melakukan penertiban travel plat hitam tidak mudah. Karena platnya hitam, bisa saja mereka mengaku carter atau rent car. Kalau rent car bisa plat hitam. Penertiban yang dilakukan bisanya menggunakan undercover untuk mengetahui apakah itu travel plat hitam atau bukan," terangnya.

Sesuai dengan UU. No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 173, perusahaan angkutan umum yang menyelenggarakan angkutan orang wajib memiliki memiliki izin penyelenggaraan angkutan orang dalam atau tidak dalam trayek. Kendaraan angkutan umum menggunakan plat kuning sesuai dengan ketentuan aturan perundangannya.

Sementara itu saat Malang Post mendatangi sejumlah travel, semuanya menolak memberikan komentar terkait pemakaian kendaraan plat hitam untuk mengangkut penumpang.

Pemilik agen perjalanan hanya berkata, travel agentnya tetap mematuhi regulasi yang berlaku. "Kami tetap ikut aturan dishub," ujarnya singkat, tanpa mau disebut namanya.

Tapi, komentar tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Terlihat dengan jelas, kendaraan dengan simbol dan nama travel tertentu menempel di kaca belakang.

Bahkan, salah satu staf travel agent lain yang didatangi Malang Post mengungkapkan, penggunaan mobil pribadi sebagai kendaraan travel banyak dipraktekkan travel Malang.

"Hampir semua travel di Malang rata-rata masih menggunakan plat hitam," terangnya. Beberapa armada travel ini, seperti Suzuki APV dan L-300 pun kebanyakan masih menggunakan pelat hitam.

Memang, modus penggunaan mobil berizin pribadi untuk 'diberdayakan' telah lama dipraktekkan pebisnis travel. Cara ini dianggap lebih murah ketimbang harus susah-susah mengurus perizinan pelat kuning ke Dinas Perhubungan. Metode instan ini pun banyak diadopsi travel-travel agent, tak terkecuali travel agen di Kota Malang.

Namun, ketika dikonfirmasi soal perizinan penggunaan mobil pribadi, staf agen perjalanan mengaku tak mengetahui apapun tentang izin mobil travel berpelat hitam. "Saya tak tahu menahu. Itu (izin) urusan pimpinan," tandasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
cara mengurus izin trayek travel izin trayek travel syarat angkutan plat hitam berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs