Kawanan Penadah Motor Curian Diringkus

Selasa, 13 September 2011 - 10:23 WIB • Dibaca 289 kali

Foto: malang post

KLOJEN, MALANGRAYA.info – Kawanan penadah motor asal Kecamatan Pronojiwo, Lumajang berhasil dibekuk anggota unit Tekab Polres Malang Kota. Tidak tanggung-tanggung, petugas mengamankan tujuh orang sekaligus, dengan barang bukti tiga unit motor Yamaha Mio, dan satu kerangka motor Yamaha Mio warna merah.

Baca Juga

Tujuh tersangka ini, Mujiono, 33 tahun, warga Dusun Kebonsenen, Desa Sidomulyo, Ali Muksin, 41 tahun, warga Desa Klengkeng, Susanto, 21 tahun, warga Desa Darungan, Slamet Sukojo, 26 tahun, warga Dusun Kebonsenen, Desa Sidomulyo, Abdul Jainuri, 19 tahun, warga Desa Mulyoarjo, Hadi Sutrisno, 20 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Sidomulyo, dan Agus, 16 tahun, warga Desa Sidomulyo.

Menurut petugas, dari tujuh tersangka yang diamankan, dua tersangka statusnya masih pelajar. Yaitu Agus dan Jainuri. Keduanya masih tercatat sebagai siswa SMA di Lumajang.

“Khusus tersangka Agus, karena usianya masih dibawah umur, maka proses penyidikannya ditangani unit PPA," terang Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Anton Prasetyo.

Dijelaskan dia, terungkapnya jaringan penadah motor ini tak lain berawal dari anggota buser Polres Malang, yang berhasil menangkap Hadi Sutrisno, Sabtu (10/9) sore. Dia dibekuk di salah satu bengkel di kawasan Ampelgading, perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang.

Saat itu anggota buser Polres Malang yang sedang melakukan penyelidikan kasus curanmor, melihat Hadi sedang membetulkan motor di bengkel. Petugas curiga, dengan motor yang tidak dilengkapi dengan plat nomor dan kondisinya protolan. Seketika itu petugas langsung menginterograsi Hadi.

Kepada petugas Hadi mengaku jika motor yang dibawanya tersebut memiliki surat-surat lengkap. Hanya saja, saat itu dia tidak bisa menunjukkan surat tersebut, dengan alasan seluruh surat motor berada di rumahnya. Petugas sama sekali tidak mengindahkan alasan Hadi, dan seketika itu menangkapnya.

Dalam perjalanan, Hadi pun mengaku jika motor yang dibawanya itu merupakan hasil tukar dengan Agus. Bahkan, kepada petugas Hadi juga mengatakan jika motor Yamaha Mio yang dibawa Agus adalah motor bodong, yang dibelinya dari Abdul Jainuri seharga Rp 1,5 juta. Mendapat keterangan tersebut, petugas pun memburu Agus, dan menangkapnya di rumah.

Dari Agus, petugas mengamankan barang bukti motor Yamaha Mio. Petugas yang tidak ingin gegabah dalam proses penyelidikan ini pun kemudian melakukan pengecekan nopol yang menempel pada motor Yamaha Mio warna ungu tersebut, sekaligus nomor rangka dan nomor mesin motor. Dari pengecekan inilah kemudian diketahui jika motor tersebut merupakan milik Siswanti, 45 tahun, warga Jalan S Parman Malang, yang hilang Desember 2007 lalu.

Seketika itu Agus dan Hadi digiring ke Polres Malang, selanjutnya dilimpahkan ke Polres Malang Kota. Mendapat pelimpahan tersangka, anggota unit Tekab Polres Malang Kota pun melakukan pengembangan, dengan menangkap beberapa orang lainnya.

“Diantaranya ada yang residivis dalam kasus yang sama," tegas Anton.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs