Warga Tuntut Redistribusi Lahan Perkebunan Margosuko

Selasa, 13 September 2011 - 09:20 WIB • Dibaca 665 kali

ILUSTRASI - Foto: antara

KEPANJEN, MALANGRAYA.info – Ribuan warga Kecamatan Dampit meminta agar lahan perkebunan Margosuko segera diserahkan kepada warga melalui jalur redistribusi lahan. Perwakilan warga datang ke Komisi A DPRD Kabupaten Malang, namun gagal bertemu anggota dewan yang terhormat, kemarin. Bila keinginan itu tak disepakati, diprediksi bakal terjadi anarkhisme seperti pembabatan Kebun Kalibakar Kecamatan Tirtoyudo.

Baca Juga

Pirnadi perwakilan warga mengatakan bahwa ada 1.200 Kepala Keluarga yang memohon agar lahan itu diredistribusi. Saat ini lahan Perkebunan itu dikuasai oleh PT Margosuko dengan Hak Guna Usaha (HGU) empat tahun. HGU tersebut baru akan berakhir pada tahun 2015 mendatang.

"Dalam HGU itu seharusnya Margosuko menanam kopi, karet dan kakao, namun justru mereka menanam tebu, ini jelas tidak sesuai dengan HGU," tegas dia kepada Malang Post.

Pirnadi mengaku bahwa pengajuan redistribusi itu sudah pernah dibahwa pada 29 Desember 2010 di Kanwil Badan Pertanahan Nasional. Saat itu, BPN menganjurkan agar dilakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait. Mediasi juga difasilitasi Komisi A DPRD Kabupaten Malang, berlanjut pada 18 Agustus 2011.

"Kami ingin segera ada putusan, kalau bisa sebelum HGU habis, kalau menunggu HGU habis, maka panitia (Pirnadi cs) tak bisa membendung warga, nanti bisa seperti yang terjadi di Kalibakar," ujarnya.

Dia menambahkan, luas perkebunan itu mencapai 332 hektare namun pada tahun 2007 sebanyak 24 hektare dijual oleh PT Margosuko. Lahan 24 hektare itu saat ini dikelola 13 pengusaha asal Malang. Perkebunan itu berada di Desa Pamotan, Desa Majang Tengah, Kelurahan Dampit dan Desa Jambangan Kecamatan Dampit.

"Mediasi harus secepatnya dilanjutkan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pokja Sengketa Tanah Kabupaten Malang Sutopo membenarkan bahwa ada pengajuan redistribusi. Namun mengenai penjualan lahan seluas 24 hektare, dia tak tahu menahu. Akan tetapi mengenai persoalan lahan itu ditanami tebu, Sutopo membenarkan.

"Seharusnya redistribusi diajukan setelah HGU habis, itu kalau tidak diperpanjang lo," katanya.

HGU tidak bisa diperpanjang jika tanaman di kebun tidak sesuai dengan pengajuan awal. Khusus perkebunan tersebut, Sutopo memprediksi tidak akan diperpanjang sebab kebun ditanami tebu. Sepengetahuan dia, HGU Margosuko seharusnya ditanami kopi, karet dan kakao, bukan tanaman tebu.

"Pengajuan redis warga diperbarui tahun 2010, tidak bisa diproses karena HGU belum habis," katanya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
perkebunan kalibakar perkebunan margosuko margosuko berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs