Terminal Hamid Rusdi Semakin Sepi

Selasa, 13 September 2011 - 08:48 WIB • Dibaca 851 kali

Foto: malang post

KEDUNGKANDANG, MALANGRAYA.info – Walau memiliki bangunan yang nyaman dan baru, Terminal Hamid Rusdi masih saja ipes (sepi,red). Bahkan, kondisi terminal yang terletak di kawasan timur Kota Malang ini semakin memprihatinkan.

Baca Juga

Pantauan Malang Post menunjukkan Terminal Hamid Rusdi hanya diakses angkot dua jalur saja. Yakni GML dan TST. Padahal mestinya angkot 13 jalur dari 25 jalur di kota pendidikan ini harus mengakses ke Terminal Hamid Rusid. Selain itu terdapat dua jalur angkutan pedesaan dari wilayah Kabupaten Malang yang mengakses Terminal Hamid Rusdi.

Sepinya terminal juga dibenarkan para pengemudi angkot. Pengemudi angkot jalur GML, Jamali mengatakan, tidak ada penumpang yang diangkut dari Terminal Hamid Rusdi pada setiap harinya. “Kami masuk terminal karena permintaan dari Paguyuban GML. Masuk terminal mulai jam 07.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Setiap harinya ya sepi penumpang," jelas Jamali saat ditemui di Terminal Hamid Rusdi.

Bambang, pengemudi angkot jalur TST juga mengatakan hal senada. “Tidak ada penumpang yang naik dari terminal karena di terminal ini memang tidak penumpang," terang Bambang.

Jamali dan Bambang yang ditemui secara terpisah senada mengatakan bahwa Terminal Hamid Rusdi sepi karena berbagai penyebab. Diantaranya, bus dari arah Blitar dan Dampit tidak menurunkan penumpang di terminal.

Pantauan Malang Post menunjukkan, penumpang bus dari Blitar memilih turun di Kacuk, sedangkan penumpang angkutan dari Dampit dan sekitarnya turun dan naik di Gadang. Akibatnya bus tidak mengakses Terminal Hamid Rusdi. Angkutan kota pun memilih ngetem di sekitar Kacuk dan Gadang dari pada masuk terminal.

Bambang berharap bus menurunkan penumpang di Terminal Hamid Rusdi. Dengan begitu, terminal menjadi hidup karena penumpang naik turun di terminal.

Sepinya penumpang berdampak kios yang ada dalam kompleks terminal. Berdasarkan data Malang Post, jumlah kios yang tersedia di area terminal sebanyak 72 unit. Pada Maret 2010, tercatat 36 kios beroperasi. Namun mulai April sampai Mei 2011 haya enam sampai tujuh kios saja yang beroperasi. Selebihnya memilih tutup karena sepi pembeli.

“Saat ini pemilik kios hanya mengandalkan pembeli dari kru angkot saja karena yang selalu ada di terminal hanya kru angkutan. Sedangkan penumpang tidak ada," kata sejumlah warga di sekitar terminal.

Kendati tak ada penumpang, petugas Terminal Arjosari tetap bekerja. Bahkan di terminal ini terdapat petugas khusus cleaning service. Kondisi bagian dalam terminal pun tampak lebih bersih.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
terminal hamid rusdi malang terminal hamid rusdi terminal sepi berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang kereta matarmaja Berita kriminal pemerkosaan pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs