
Foto: beritajatim.com
KEPANJEN, MALANGRAYA.info – DPRD Malang menganggap Dinas Pendidikan todak serius dalam membangun sarana pendidikan di Kabupaten Malang
Anggota DPRD Kabupaten Malang, H.Abdulrahman tegas mengatakan jika Dinas Pendidikan tidak tanggap terkait buruknya fasilitas sekolah.
“Kami melihat tidak ada keseriusan dari dinas pendidikan diwilayah ini. Seharusnya, dinas pendidikan tak terpaku pada aturan-aturan. Mereka, harus turun langsung ke pelosok-pelosok agar mengetahui sendiri betapa infrastruktur gedung sekolah dasar negeri masih banyak yang memprihatinkan,” ungkapnya.
Pada beritajatim.com, Senin (12/9/2011) sore ini, Abah Dur panggilan akrab H.Abdulrahman mengatakan, lucu kalau kemudian dinas pendidikan tidak punya anggaran. Padahal, Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kasus semacam ini sudah disediakan. Namun, karena tidak adanya keseriusan membuat dunia pendidikan di Kabupaten Malang jadi amburadul.
Dijelaskan Abah Dur, Dewan mencatat setidaknya 25 persen infratruktur gedung sekolah dasar negeri memprihatinkan. Selain bangunannya sudah tidak layak, banyak sekolah-sekolah negeri yang tidak punya lokal atau ruang belajar. Nah, melihat dari semua ini, dinas pendidikan harus punya target dan tolak ukur dalam program-programnya.
“Minimal dinas pendidikan harus punya target. Jangan diam saja dan menunggu kucuran dana. Kalau dana sudah cair dari pusat terus diam saja, ini kan bener namannya,” terang Abah Dur, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Malang tersebut.
Ditambahkan Ketua DPC PKB itu, banyaknya SDN di Kabupaten Malang yang memprihatinkan tidak bisa ditutup-tutupi. Kalau kenyataannya seperti ini, dinas pendidikan paling tidak harus segera membuat konsep yang jelas. Kalau hanya diam saja, nasib pendidikan akan makin terpuruk.
Sekedar diketahui, SDN Sumberkerto I masuk tipe sekolah terpencil. Anehnya, sekolah ini tak berjarak jauh dari SDN Pagak III yang secara infrastruktur, bangunan sekolah cukup bagus dan layak sebagai tempat proses belajar mengajar. Meski pihak sekolah SDN Sumberkerto I sudah mengajukan anggaran penambahan ruang kelas dua kali berturut-turut, sampai hari ini tidak ada kepastian kapan tambahan ruang kelas itu bakal terwujud.
Alhasil, 109 siswa di SDN Sumberkerto I terpaksa harus belajar dirumah warga. Yang lain, harus mendapatkan materi pembelajaran diruang kelas dengan sekat-sekat dinding yang suaranya, lebih gaduh dari pasar karena tidak ada tempat untuk menampung siswa per kelasnya.
Seperti diketahui luas wilayah di Kabupaten Malang mencapai 3.534,86 Km² atau 353.486 Ha. Jumlah penduduk ditempat ini, tercatat sudah 2.419.822 jiwa.
Ada 33 Kecamatan, 378 Desa, 12 Kelurahan, 3.502 Rukun Warga (RW) serta terdiri dari 17.610 Rukun Tetangga (RT). Dinas Pendidikan ditempat ini mencatat ada 1.117 gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN). Ironisnya, ratusan infrastruktur SDN di kawasan tersebut masih jauh dari harapan.
Tak sedikit dari sekolah-sekolah negeri yang rusak bangunannya. Bahkan, ruang-ruang kelas banyak yang tidak sesuai harapan karena jauh dari kata layak. Ironis memang. Tapi, inilah fakta sesungguhnya jika pedesaan-pedesaan di pelosok Kabupaten Malang, membutuhkan perhatian serius pemerintahnya.
http://www.malangraya.info/2011/09/12/191326/4428/dewan-anggap-dinas-pendidikan-tak-serius/
Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.





