Hajar Polisi, Dua Bersaudara Ditahan

Senin, 12 September 2011 - 09:19 WIB • Dibaca 117 kali

ILUSTRASI - Gambar: okezone.com

BULULAWANG, MALANGRAYA.info – Dua bersaudara warga Jalan Raya Desa Krebet Senggrong, RT03 RW01, Bululawang, yakni Edy Santoso, 47 tahun dan adik iparnya Didik Yulianto, 32 tahun sejak kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Bululawang. Keduanya ditahan atas tuduhan penganiayaan terhadap Briptu Rahadi, anggota Satlantas Polres Malang. Dan Tom Uripan, 43 tahun, warga Desa Talangsuko, Turen.

Baca Juga

Didik dan Edy diamankan setelah keduanya menyerahkan diri dengan datang ke Mapolsek Bululawang, diantarkan keluarga serta perangkat desa.

“Untuk Didik menyerahkan diri Sabtu malam lalu, sedangkan Edy tadi pagi (kemarin pagi, red). Selain keduanya itu, masih ada pelaku lain yang masih kami selidiki. Karena dari laporan Briptu Rahadi dan Tom, pelakunya sekitar empat orang," ungkap Kapolsek Bululawang, Kompol Mudjiono.

Aksi penganiayaan yang dialami Briptu Rahadi dan Tom Uripan tersebut, terjadi Sabtu (3/9) sekitar pukul 19.30 di Jalan Raya Krebet Senggrong, Bululawang. Penganiayaan sendiri, berawal dari kasus kecelakaan yang dialami oleh Tom Uripan.

Ceritanya, malam itu dengan menuntut keponakannya Ata Nazihur Rasya, 4 tahun, Tom berniat menyeberang jalan di Jalan Raya Krebet Senggrong, Bululawang, tepatnya depan rumah kedua tersangka. Ketika menyeberang itu, Ata keponakannya ditabrak oleh Hariyanto, 65 tahun, yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Star.

Hariyanto yang diketahui purnawirawan TNI ini, adalah ayah sekaligus mertua dari Didik dan Edy. Meski sadar telah menabrak seorang anak, Hariyanto bukannya berhenti lalu menolong dan minta maaf. Sebaliknya Hariyanto malah cuek dan berniat kabur.

Melihat sikap Hariyanto yang tak mau bertanggungjawab itu, Tom yang terpancing emosi lalu menghadang motor Hariyanto sembari menendang motornya dan meminta pertanggungjawaban. Tetapi Hariyanto terus ngotot tidak bersalah, hingga keduanya terjadi cek-cok mulut.

Ketika keduanya bertengkar inilah, datang Didik dan Edy beserta saudara lainnya, yang kemudian memukuli Tom. Bersamaan Tom dipukuli ini, melintas Briptu Rahadi yang kemudian mendatangi dan berniat melerai. Namun, bukannya penganiayaan berhenti, sebaliknya para pelaku malah balik menyerangnya.

Wajah dan kepala Briptu Rahadi dipukuli bertubi-tubi hingga terjatuh. Begitu terjatuh, pelaku kemudian menendang dan menginjak-injak korban. Penganiayaan baru berhenti setelah Briptu Rahadi yang saat itu masih berpakaian dinas membuka jaketnya. Mengetahui kalau yang dipukuli adalah polisi, pelaku langsung semburat kabur. Korban sendiri dengan hidung dan mulut berdarah, mata, wajah, kepala dan tubuhnya memar ditolong warga sekitar yang kemudian langsung melaporkan ke petugas Polsek Bululawang.

Dalam pemeriksaan petugas sendiri, baik Edy dan Didik mengakui kalau mereka yang memukuli anggota polisi itu. Namun mereka sama-sama mengatakan kalau tidak mengetahui yang dipukuli itu adalah polisi.

“Kami tidak tahu berapa orang yang memukuli. Yang jelas kami berdua memang mengakui ikut memukul dan menendang. Kami baru tahu kalau kami pukul itu adalah polisi, setelah dia melepas jaketnya," ujar Edy yang dibenarkan oleh adik iparnya, Didik.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti karoseri adi putro keris singosari sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs