Curi Motor di Ponpes, ABG Dimassa

Senin, 12 September 2011 - 09:10 WIB • Dibaca 232 kali

Foto: malang post

PAGELARAN, MALANGRAYA.info – Muhammad Junaidi alias Juned, 18 tahun, mengaku asal Jalan Akordion IX Malang, akhir pekan kemarin digebuki warga Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kepanjen. Dia dihajar karena telah mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter, N 2819 EO milik Zainal Arifin, warga Desa/Kecamatan Pagelaran.

Baca Juga

Begitu kondisinya babak belur, tersangka bersama barang buktinya oleh warga lalu diserahkan ke petugas Polsek Kepanjen. Namun, lantaran TKP pencuriannya berada di wilayah Gondanglegi, usai diperiksa tersangka lantas dilimpahkan ke Polsek Gondanglegi.

Kepada Malang Post, Juned mengaku pencurian tersebut dilakukannya pada 28 Agustus lalu sekitar pukul 07.00. Dia mencuri motor Zainal itu dari halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Shirotul Fuqoha, di Desa Sepanjang, Gondanglegi. Juned bisa leluasa mencuri, karena dia merupakan santri di Ponpes itu sejak dua bulan lalu.

“Zainal itu adalah teman saya. Dia juga santri di Ponpes itu. Bahkan saya dan dia tidur satu kamar," ungkapnya dengan kondisi wajah babak belur.

Modus pencuriannya sendiri, yaitu dengan mengambil kunci kontak terlebih dahulu di dalam saku celana Zainal. Kunci kontak itu diambil ketika korban sedang tidur. Setelah berhasil menguasai kunci, Juned lalu menuju ke halaman Ponpes mengambil motor yang kemudian dibawa kabur.

“Motor itu tidak saya jual tetapi saya pakai sendiri untuk apel ke rumah pacar saya. Selama ini saya tidak kabur kemana-mana hanya di sekitar Malang saja," ujarnya.

Tertangkapnya Juned sendiri, bermula dari korban bersama beberapa orang Ponpes Shirotul Fuqoha melakukan pencarian. Setelah dicari-cari, akhirnya Sabtu petang lalu sekitar pukul 18.00 tersangka diketahui berada di rumah David, temannya yang tinggal di Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kepanjen. Karena saat dihampiri dan akan ditangkap itu Juned yang berangkat ngamen berusaha kabur, akhirnya korban lalu meneriaki maling hingga Juned ditangkap ramai-ramai yang kemudian dipukuli.

“Saya mencuri dan kabur dari Ponpes tersebut karena frustasi. Sebab oleh bu Nyai saya sering dimarahi karena alasan saya sering pacaran dan main," tutur Juned.

Dia juga mengaku, rumah yang ada di Jalan Akordion itu, dia tinggal dengan neneknya karena orangtuanya cerai.
Dalam pemeriksaan, Juned juga mengakui kalau sebelumnya dia pernah membawa kabur motor Honda Grand milik Hari, tetangga rumah neneknya. Itu terjadi sekitar setahun lalu. Dia membawa kabur motor dengan alasan pinjam untuk menjemput pacarnya. Namun, motor malah dibawa kabur ke Jombang lalu dijual seharga Rp 900.000.

“Uangnya saya gunakan untuk membeli HP dan pakaian," terangnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs