Bayi 7 Bulan Dibuang Hidup-Hidup

Senin, 12 September 2011 - 08:15 WIB • Dibaca 973 kali

Foto: malang post

LOWOKWARU, MALANGRAYA.info – Warga Jalan Tlogomas Barat Malang, pagi kemarin gempar dengan ditemukannya bayi perempuan dalam kondisi hidup. Bayi tak berdosa itu ditemukan terbungkus tas kresek warna putih di dekat bak sampah, tak jauh dari rumah Yudi, warga Jalan Raya Tlogomas Barat 48 B Malang ataupun Panti Asuhan (PA) Sunan Giri.

Baca Juga

Ketika ditemukan, kondisinya memprihatinkan. Beratnya hanya 7 ons dan panjangnya 30 centimeter. Fera Harianto, 33 tahun, pengasuh PA Sunan Giri membawa bayi malang ini ke Puskemas Dau. Hingga semalam, bayi ini masih dirawat di RS Lavalette Malang. Bayi yang diperkirakan baru berumur tujuh bulan ini, kali pertama ditemukan Juwariyah, 41 tahun, pembantu di rumah Yudi.

“Sekitar pukul 08.30, saya menyapu di depan rumah. Sekaligus saya hendak membuang sampah di bak yang tidak jauh dari rumah," tuturnya kepada petugas Polsekta Lowokwaru yang menangani kasus ini.

Di dekat bak sampah itu, dia mengaku melihat tas kresek warna putih. Tanpa curiga, dia lantas meraih tas kresek putih ini hendak membuangnya ke dalam bak sampah.

“Tapi saya kaget lantaran dari dalam tas kresek ini, ada yang bergerak-gerak," lanjutnya.

Dia lantas memberitahukan hal ini ke majikannya. Yudi yang mendengar penuturan Juwariyah ini, spontan membuka ikatan tas kresek tersebut. Alangkah kagetnya dia saat melihat bungkusan kresek ini berisi bayi perempuan.

“Katanya mas Yudi, hanya kaki dan tangannya yang bergerak. Dia juga tidak menangis," ujar dia.

Saat itu juga, Yudi lantas memberitahu warga sekitar termasuk Fera. Prihatin dengan kondisi bayi ini, Fera membawanya ke Puskesmas Dau untuk diperiksakan kesehatannya. Dia juga melapor ke Mapolsekta Lowokwaru.

“Selain bayi masih lengkap dengan ari-arinya, kami juga menemukan handuk, sebagai alas bayi. Handuk warna biru muda itu diduga merupakan milik orang tua bayi. Dan semua barang itu kami amankan sebagai barang bukti," kata Kapolsekta Lowokwaru, Kompol David Subagyo yang juga datang ke TKP.

Analisa petugas, dugaan kuat pelakunya adalah mahasiswi yang tinggal tidak jauh dari TKP.

“Di sekitar TKP ini, banyak mahasiswi yang kos. Menurut warga, selain anak kos di sekitar TKP, tidak ada orang lain yang masuk ke gang areal PA Sunan Giri ini," terang David.

Sementara itu, kabar penemuan bayi ini langsung membuat beberapa orang tak dikenal berdatangan dan mengaku ingin mengadopsinya. Contohnya ketika bayi ini dirawat di Puskesmas Dau. Sekitar 30 menit kemudian, datang mobil plat L (Surabaya). Beberapa penumpangnya turun dan langsung mengatakan ingin mengadopsi bayi itu.

“Saya juga kaget kok tiba-tiba ada orang datang mau mengadopsinya," kata Fera yang juga Kepala TU FKIP Unisma Malang ini.

Sebab itu, ketika bayi tersebut dirujuk ke RSSA Malang dengan menggunakan ambulance, dia juga mengawalnya dengan ketat.

“Saya tidak ingin bayi ini jatuh ke tangan orang yang salah. Jika memang sesuai prosedur, kami juga akan mengajukan adopsi secara prosedur," tegasnya.

Akses MalangRaya.info melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda di http://m.malangraya.info.

x close
bayi di panti asuhan adopsi malang panti asuhan adopsi bayi berita kriminal remaja berita malang raya malang post harta karun majapahit malang post kriminal berita pencemaran udara arema 2012 pemain arema 2012 keris luk 13 daftar pemain AREMA 2012 batu town square penemuan benda pusaka juan revi suporter terbanyak di indonesia daftar pemain arema ovan tobing sendang kamulyan meteor cell malang pemain arema 2011-2012 logo kabupaten malang Berita kriminal pemerkosaan kereta matarmaja pilkada malang 2013 pelacuran di malang daun emas this is arema razia villa songgoriti keris singosari karoseri adi putro sampah anorganik malangpost arema mtsn 1 malang kerajaan singosari penemuan benda gaib Local Blogs
Local TopOfBlogs